Hampir semua parpol pengusung Jokowi menuding gerakan tersebut adalah kampanye hitam untuk mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019. Mereka menyebut ini kampanye hitam sampai manuver yang menyedihkan untuk menggunting langkah Jokowi menuju periode kedua.
Salah seorang yang ikut menyuarakan #2019GantiPresiden di media sosial tak lain adalah Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Menurut Mardani gerakan ini akan ada efeknya terutama memengaruhi pemilih di Pilpres 2019.
"Itu respons kreatif terhadap pemerintah yang gagal memenuhi janjinya. Gerakan ini positif saja dan wajar, supaya rakyat sadar memilih pemimpin bukan hanya yang bisa blusukan, ganteng, atau berpenampilan sederhana saja," kata Mardani saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/4/2018).
Baca juga: Kontroversi #2019GantiPresiden Ulah Siapa? |
Mardani mengakui kerap meneruskan pesan politik itu lewat media sosial. Namun ia menampik menjadi aktor utama di balik gerakan tersebut.
Lantas apakah manuver yang juga didorong oleh parpol kontra Jokowi itu bakal merugikan calon incumbent? Ternyata tak semua sepakat dengan PKS.
Wasekjen PKB Daniel Johan memandang manuver politik serangan keras seperti itu justru menguntungkan Jokowi. Alih-alih merugi, Jokowi malah diyakini bakal dapat simpati rakyat.
"Pak Jokowi sendiri jangan-jangan malah mendapat simpati karena masyarakat kita kan enggak tegaan," ucap Wakil Ketua Komisi IV itu, saat dikonfirmasi terpisah.
Baca juga: Viral #2019GantiPresiden, PDIP: Menyedihkan! |
Memang ada sebuah tren politik 'terzalimi' di Indonesia, orang yang diserang malah untung. Namun apakah itu juga akan berlaku di Pilpres 2019?
(dnu/van)











































