DetikNews
Selasa 03 April 2018, 22:53 WIB

Sandiaga Pastikan Dana Pelatda PON 2020 Sudah Tersedia

Indra Komara - detikNews
Sandiaga Pastikan Dana Pelatda PON 2020 Sudah Tersedia Sandiaga Uno (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah menghubungi Bendahara Umum KONI terkait dana pelatda bagi para atlet DKI Jakarta yang akan berlaga di PON 2020. Ia menyatakan dana pelatda sudah tersedia.

"Tadi saya langsung kontak ke Bendum KONI. Sekarang sebetulnya dananya sudah ada di tempatnya Pak Ratiyono tapi menunggu konfirmasi dari cabor dan memastikan by name by address kepada atlet yang tepat betul-betul nama dan rekeningnya terverifikasi. Kalau uangnya sih sudah ada, nggak ada masalah," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018).


Sandi meminta ada kerja sama yang baik antara KONI Jaya dan Dispora. Tujuannya agar para atlet di Jakarta tidak merasa kecewa sehingga berpindah ke provinsi lain.

"Saya pengalaman ngurus atlet, mereka udah berlatih kalau ongkos tidak diganti dan gaji tidak dibayar pasti akan sangat kecewa dan akan ditampung dengan provinsi lain. Jadi ini merupakan wake up call buat mereka karena mau juara umum lagi berarti pengelolaan harus lebih baik," tutur Sandi.

Sandi mengakui bayaran atlet DKI tidak tinggi. Namun Sandi menjamin atlet DKI bisa berkesempatan untuk lebih berprestasi di kancah internasional karena fasilitas olahraga di Jakarta merupakan yang terbaik.

"DKI mungkin tidak bisa memberikan yang terbaik dari segi jumlah bayaran atau fasilitas, tapi DKI akan membuka peluang mereka untuk bisa menjadi atlet yang lebih baik lagi. Karena mereka mendapatkan kesempatan bertanding lebih banyak, mereka punya kesempatan dikirim ke luar negeri lebih banyak, Asian Games juga di Jakarta," terang Sandi.

Sebelumnya, beberapa atlet memutuskan berpindah ke provinsi lain. Pemprov menganggarkan dana sebesar Rp 20 miliar dari APBD untuk pelaksanaan pelatda PON 2020. Tapi dana pelatda, baik untuk uang saku maupun pembinaan, belum cair, padahal pelatda sudah dimulai sejak Januari lalu.

Kepada Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono menyebut bisa jadi dana yang belum cair itu merupakan imbas dualisme KONI DKI Jakarta. Tanpa dana pembinaan, beberapa atlet berpindah ke daerah lain.

"Ada (atlet) yang pindah," kata Ratiyono saat dihubungi.
(idn/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed