Perceraian Ahok-Vero di Ujung Palu Hakim

Niken Purnamasari - detikNews
Selasa, 03 Apr 2018 22:32 WIB
Foto: Dok. Instagram @basukibtp
Jakarta - Nasib rumah tangga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Veronica Tan akan diputuskan besok di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Hakim bakal memutuskan apakah mengabulkan gugatan cerai Ahok atau tidak.

"Sidang ditunda lagi. Sidang putusan tanggal 4 April. Kami hanya berharap gugatan dikabulkan semuanya," ucap pengacara Ahok, Josefina Agatha.

Ahok dan Vero sebelumnya telah membicarakan soal perceraian ini sejak dulu. Bahkan mediasi dilakukan bertahun-tahun lalu. Namun tidak ada kata sepakat bagi keduanya untuk kembali bersama.



Pembicaraan soal perceraian diungkapkan adik sekaligus pengacara Ahok, Fifi Lety Indra, pada Desember 2017. Hingga akhirnya Ahok memutuskan menggugat cerai Vero lewat pengadilan.

Bukan tanpa sebab Ahok menggugat Vero. Isu kehadiran orang ketiga begitu santer menyeruak di antara hubungan mereka. Ialah sosok Julianto Tio yang disebut sebagai 'good friend' Vero.

"Ya namanya orang bercerai ada sebab-akibat. Karena memang ada 'good friend' dan memang, maaf, saya tidak tahu seperti apa orangnya, tapi kok begitu tega menyakiti keluarga sendiri, menyakiti anak dan istrinya," kata Fifi kepada wartawan di PN Jakut, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

"Ini sudah terjadi selama 7 tahun, baik Pak Ahok secara pribadi maupun Sean (anak sulung Ahok-Vero) secara pribadi juga pernah mendatangi Julianto Tio itu untuk meminta kepada beliau (Julianto), waktu beliau (Ahok) masih jadi gubernur. Meminta baik-baik supaya meninggalkan istrinya demi keutuhan keluarga masing-masing mengingat beliau ini sudah punya keluarga dan anak. Tapi dengan sombongnya, Julianto Tio itu menolak," papar Fifi.

Fifi mengungkapkan kondisi Ahok yang mendekam di penjara membuatnya harus memutuskan yang terbaik untuk hubungan tersebut. Ahok pun tak tahan.



"Karena bapaknya sudah nggak tahan, dengan kondisi beliau dipenjara, jadi terpaksa beliau mengambil keputusan yang terbaik. Kalau memang Julianto Tio menginginkan Bu Vero, ya silakan sekarang," ucap Fifi.

Dalam tiap persidangan, Vero tak pernah hadir. Pihak pengadilan menegaskan bahwa sebenarnya Vero sebagai tergugat tetap wajib hadir.



"Wajib panggilan itu ke persidangan wajib (dihadiri), taat secara hukum. Kalau dia tidak hadir ya terserah ini masalah perdata, masalah kekeluargaan mereka dalam arti gugatan perceraian mereka," jelas pejabat Humas PN Jakarta Utara Jootje Sampelang di kantornya, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (31/1).

Kini, nasib bahtera rumah tangga yang mereka bangun lebih dari 20 tahun berada di ujung palu hakim. Akankah Ahok dan Vero bakal berpisah atau tetap bersatu? Hakim yang memutuskan. (nkn/dnu)