Seusai pertemuan, Jokowi mengajak sekitar 50 ulama itu untuk berfoto bersama di tangga teras Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018). Jokowi tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru dan peci berwarna hitam.
"Ya, yang berkaitan dengan keumatan, yang berkaitan dengan pondok pesantren, yang berkaitan dengan ekonomi umat, yang berkaitan dengan bank wakaf mikro. Kemudian juga mengenai lingkungan pondok pesantren yang masih membutuhkan, misalnya, rusun, perbaikan tempat wudu, kemudian jalan di lingkungan pondok pesantren," kata Jokowi menceritakan tentang isi diskusi dengan ulama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling penting, apabila ulama dan umara ini berjalan beriringan, insyaallah negara ini aman tenteram," kata Jokowi.
Bagi Jokowi, masukan dari para ulama betul-betul masukan dari masyarakat. Jokowi meyakini para ulama selalu bersentuhan langsung dengan umat.
"Beliau-beliau ini yang mendengar keluhan-keluhan, kan beliau. Jadi kita ini menampung kemudian membuat kebijakan-kebijakan yang sesuai kebutuhan yang ada di bawah," katanya.
Sedangkan menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rachmat Syafei, para ulama juga diberi kesempatan menyampaikan keluhan. Dia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi ajang saling mengingatkan antara ulama dan umara.
"Namanya silaturahmi kan menghubungkan kasih sayang, menghubungkan masalah yang masing-masing secara proporsional harus ditangani. Antara lain disampaikan ada arahan Bapak Presiden bahwa kita bagaimana antara lain menolak berita-berita hoax supaya tidak meresahkan masyarakat," kata Rachmat. (dhn/tor)











































