DPR Harus Buat Komitmen Terhadap Calon Kapolri Baru
Sabtu, 02 Jul 2005 09:41 WIB
Jakarta - Indonesia Police Watch meminta Komisi III DPR serius dalam melakukan fit and proper test terhadap calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Sutanto. Komisi III juga diminta membuat komitmen yang menjadi ikatan moral antara Sutanto dengan masyarakat yang diwakili para anggota Komisi III DPR untuk menata dan membangun Polri yang lebih profesional."Empat tahun lalu, saat fit and proper test menjadi calon Kapolri di Komisi III, Da'i Bachtiar pernah melontarkan komitmennya yang akan memberantas perjudian. Setelah menjadi Kapolri ternyata Da'i lupa pada janjinya," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane dalam siaran persnya yang diterima detikcom di Jakarta, sabtu (2/7/2005).Menurutnya, setelah dua tahun Da'i duduk menjadi Kapolri, perjudian justru kian meluas ke 12 propinsi, baik secara gelap maupun terang-terangan. Meski masyarakat memprotes, perjudi tetap saja berlangsung dan terus meluas. "Polisi tak dapat berbuat apa-apa terhadap perjudian yang didalangi para bandar kakap," katanya.Selain lupa pada janjinya, Da'i Bachtiar juga tak mampu memenuhi target yang ditetapkan Presiden SBY. Sesaat setelah dilantik menjadi Presiden, SBY meminta dia menangkap dua tokoh teroris, Dr Azahari dan Noordin Moh Top, dalam 100 hari pemerintahannya. "Namun hingga menjelang akhir masa jabatannya, Da'tak kunjung berhasil mencium jejak kedua tokoh teroris ini," kata Neta.Saat ini, sosok Komjen Pol Sutanto merupakan yang terbaik dari sejumlah perwira tinggi Polri, yang disebut-sebut sebagai bakal calon Kapolri. Sehingga sangatlah tepat jika Presiden SBY menampilkan Sutanto sebagai calon tunggal Kapolri dan kemudian menyerahkannya kepada DPR.Indonesia Police Watch berkesimpulan, untuk membersihkan lembaga Polri dibutuhkan seorang Kapolri yang memiliki track record bersih. Dari sekian calon yang ada, Sutanto memang relatif lebih bersih. "Saat ini dibutuhkan pimpinan yang bisa menjadi 'sapu yang bersih'. Sutanto harus mampu melakukan itu," katanya.Neta menegaskan, Komisi III DPR perlu mempertanyakan komitmen Sutanto dalam fit and proper test pada 4 Juli mendatang untuk membenah polisi ke depan. Ada tiga hal mendasar yang patut diprioritaskan, yakni membenahi watak kriminal di sebagian besar aparatnya, mengubah watak korup di semua jajarannya, dan mendorong watak anggota Polri senantiasa menjadi pelayan profesional bagi masyarakat."Sutanto perlu memberi terapi kejut dalam menyadarkan aparatnya dan membawa polisi brengsek ke pengadilan. Hanya dengan berbagai terapi kejut mereka bisa dibuka bahwa mereka sesungguhnya adalah ujung tombak perubahan dan pemberantasan korupsi," katanya.
(mar/)











































