MPR: Mahasiswa Harus Hafal Pancasila, Jangan Hanya Ingat K-Pop

Muhammad Idris - detikNews
Selasa, 03 Apr 2018 18:53 WIB
Sekjen MPR Siti Fauziah (Dok. MPR)
Jakarta - Saat ini musik K-Pop sedang menjamur. Meski demikian, mahasiswa harus tetap hafal Pancasilla dan mempelajarinya menjadi kesadaran tersendiri.

"Jangan hanya hafal dan paham budaya-budaya luar seperti K-Pop, artis top Justin Bieber dan lainnya tapi lupa kepada budaya sendiri," ujar Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal MPR Siti Fauziah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/4/2018).

Siti mengatakan itu kepada sekitar 30 mahasiswa perwakilan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, di Ruang Presentasi Perpustakaan Setjen MPR, Jakarta, hari ini.

Di depan para mahasiswa, Siti menyinggung soal Pancasila dan lagu Indonesia Raya yang seharusnya generasi muda sudah sangat hafal di luar kepala. Namun, Siti Fauziah menggarisbawahi agar keduanya tidak hanya sekadar dihafal, tapi juga harus dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat.




"Saya apresiasi dan kagum dengan semangat para mahasiswa sekalian datang ke MPR dengan menempuh perjalanan darat yang panjang sekitar 5 jam lebih dari Bandung ke Jakarta. Generasi muda seperti inilah yang membuat yakin bahwa generasi bangsa ke depan akan berkarakter bangsa yang ber-Pancasila," ujar Siti.

Di kesempatan tersebut, dia juga menerangkan tentang sejarah gedung MPR termasuk bangunan-bangunannya yang sangat ikonik dan instagramable, seperti Gedung utama atau Gedung Nusantara yang lebih dikenal sebagai Gedung Hijau atau Gedung Kura-Kura, air mancur, serta sebuah bangunan yang disebut 'Elemen Elektrik'.

"Elemen elektrik tersebut melambangkan masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Jadi MPR itu tetap akan mengingat masa lalu atau sejarah, masa sekarang yang sedang dijalani dengan lebih baik dan masa yang akan datang yakni cita-cita bangsa ke depan," ungkapnya.


MPR, lanjut Siti, sesuai dengan amanat UU tentang MD3 berupaya melakukan sosialisasi dengan berbagai metode dalam menyampaikan pemahaman kembali rakyat Indonesia termasuk generasi muda kepada Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ke berbagai daerah baik kota sampai desa.

"Saya berharap kedatangan para mahasiswa ini akan semakin menambah ilmu dan pengetahuan seputar Empat Pilar tersebut dan seputar kebangsaan. Di MPR ada perpustakaan nah di sana banyak sekali pengetahuan soal itu, silahkan memanfaatkan untuk menambah wawasan antara lain seputar proses amandemen UUD, proses pembentukan UU, tugas-tugas para anggota parlemen atau Wakil Rakyat dan sebagainya," tandasnya. (idr/nwy)