DetikNews
Selasa 03 April 2018, 15:13 WIB

Baku Tembak, 1 Prajurit Gugur dan 2 Anggota KKSB Tewas

Wilpret Siagian - detikNews
Baku Tembak, 1 Prajurit Gugur dan 2 Anggota KKSB Tewas
Timika - Kontak tembak antara TNI dan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) terjadi di Kampung Banti, Tembagapura, Timika, Papua. Akibatnya 1 anggota TNI gugur dan 2 anggota KKSB tewas.

"Satu orang anggota TNI bernama Pratu Vicky Rumpasium asal dari Sorong, Papua Barat gugur sebagai Kusuma Bangsa. Sementara dari Pihak KKSB terpantau lewat drone tewas dua orang dan puluhan lainnya luka-luka," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhamad Aidi melalui keterangan persnya, Selasa (3/4/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Menurut Aidi, kontak tembak terjadi saat TNI melakukan pembebasan sejumlah kampung di Distrik Tembagapura yang dikuasai oleh KKSB, pasca pembakaran Rumah Sakit di Utikini satu minggu lalu oleh kelompok tersebut.

"Pengejaran kelompok tersebut dilakukan TNI- Polri sebagai aksi penindakan atas pembakar Rumah Sakit, Gedung Sekolah SD dan SMP juga membakar sejumlah rumah warga oleh KKSB," katanya.

Selain melakukan pembakaran KKSB tersebut juga menduduki sejumlah kampung di Distrik Tembagapura antara lain: Utikini, Longsoran, Kimbeli, Banti 1 dan Banti 2 serta Opitawak.

Aidi menambahkan, aksi pembakaran Rumah sakit dan sekolah di Distrik Tembagapura itu merupakan rangkaian peristiwa penyanderaan di Kampung Utikini, Banti dan Kimbely terhadap masyarakat sejumlah 1300 orang pada November 2017 lalu . Di mana setelah peristiwa itu seluruh warga pendatang baik orang asli Papua maupun warga non Papua telah mengungsi dan tidak ada lagi yang kembali ke kampung tersebut yang tinggal hanya penduduk asli setempat.

Dalam rangka merebut kembali kampung-kampung yang dikuasai oleh KKSB pasukan TNI terdiri dari Yonif 751/R 20 orang, Yonif 754/ENK 20 orang dan Brigif 20/IJK 10 orang bergerak ke sasaran. Kelompok KKSB sepertinya sudah siap menerima kehadiran aparat keamanan sehingga terjadi kontak tembak antara TNI dan kelompok KKSB.

"Mungkin ini adalah realisasi dari ultimatum KKSB yang sebelumnya disiarkan di berbagai media bahwa mereka menyatakan perang terhadap TNI-Polri," tandas Aidi.


(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed