"Saya tentu nanti akan mendampingi Pak Ketum. Nanti Mas Hasto dengan beberapa petinggi PDIP akan datang," kata Johnny di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4/2018).
Baca juga: Puan Berencana Temui Prabowo, Bahas Pilpres? |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak hal, terkait politik. Ini kan silaturahmi politik di antara partai-partai koalisi pemerintah saat ini. NasDem dengan PDIP kan partai pengusung utama Pak Joko Widodo. Semakin banyak komunikasi, itu kan semakin baik," ujar anggota Komisi XI DPR itu.
Apakah NasDem akhirnya menyorongkan nama cawapres Jokowi untuk berdampingan pada Pilpres 2019?
"NasDem menyerahkan kepada capres kami, yaitu Jokowi. Kami yakin pilihan Pak Jokowi yang akan mendampinginya akan sejalan dengan harapan kami," ucap Johnny.
Di antara keenam parpol yang telah menyatakan dukungan kepada Jokowi, bisa dikatakan NasDem adalah satu-satunya partai yang tak menyorongkan nama cawapres untuk Jokowi. Hanura menyorongkan nama sang Dewan Pembina Wiranto dan Golkar menyorongkan nama sang Ketum Airlangga Hartarto.
Sementara itu, meskipun belum resmi, nama Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) belakangan santer terdengar akan dimajukan sebagai cawapres Jokowi.
Begitu pula dengan Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo, yang digadang-gadang partainya untuk maju mendampingi Jokowi. Dari PDIP sendiri, ada nama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani yang masuk bursa cawapres Jokowi. (tsa/fdn)










































