Struktur Pengurusan PP Muhammadiyah Bakal Diubah

Struktur Pengurusan PP Muhammadiyah Bakal Diubah

- detikNews
Jumat, 01 Jul 2005 21:51 WIB
Malang - Struktur kepengurusan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah rencananya akan diubah. Perubahan struktur kepengurusan akan dilakukan dalam Muktamar Muhammadiyah ke 45 di Malang.Pucuk pimpinan Muhammadiyah ini yang tadinya disebut ketua diusulkan untuk diubah menjadi ketua umum dengan didampingi sekretaris umum. Dasar perubahan ini adalah untuk memberikan kewenangan dan otoritas yang lebih besar tarhadap ketua dalam menjalankan roda organisasi.Usulan perubahan ini akan dibawa ke Sidang Pleno Muktamar yang akan membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). "PP Muhammadiyah selama ini dipimpin oleh seorang ketua dan beberapa wakil ketua dengan sistem kolektif kolegial. Struktur kepengurusan semacam ini membuat seorang ketua tidak bisa secara cepat mengambil keputusan, tetapi harus dimusyawarahkan dulu dengan wakil ketua," kata Ketua PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif kepada wartawan disela-sela Sidang Tanwir di Basement Dome Kampus UMM, Malang, Jumat (1/7/2005).Akibatnya, kata Ma'arif banyak urusan mendadak yang tak bisa terselesaikan dengan baik. "Jalannya roda organisasi sering terhambat," kata Syafii. Ma'arif menambahkan meskipun Muhammadiyah nantinya dipimpin oleh seorang ketua umum, bukan berarti kepengurusan Muhammadiyah akan meninggalkan sistem kolektif kolegial. "Karena PP Muhammadiyah nantinya akan tetap beranggotakan 13 orang yang akan dipilih oleh muktamirin," tandasnya.Menganggapi adanya perubahan struktur ketua menjadi ketua umum di PP Muhammadiyah, Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ahmad Rofiq kepada detikcom menyatakan sangat mendukung dengan adanya perubahan tersebut. "Muhammadiyah harus melakukan fungsi-fungsi organisatoris kesekjenan yang bisa mentriger menjadi sebuah sistem untuk melakukan sebuah perubahan," katanya. "Apabila tidak dilakukan perubahan struktur kepengurusan, Muhammadiyah akan menjadi organisasi elastis yang tidak berbasis pada grass root. Karena ujung tombak Muhammadiyah saat ini ada pada ranting, cabang dan wilayah yang sampai saat ini perhatiannya masih belum dianggap serius," kata Ahmad Rofiq. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads