DetikNews
Senin 02 April 2018, 19:55 WIB

Massa Tukang Pulsa Klaim Diizinkan Registrasi SIM Card Tanpa Batas

Denita Matondang - detikNews
Massa Tukang Pulsa Klaim Diizinkan Registrasi SIM Card Tanpa Batas Massa tukang pulsa demo di depan Istana. (Denita Br Matondang/detikcom)
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengizinkan pedagang pulsa melakukan registrasi SIM card tanpa batas. Registrasi tanpa batas itu akan diizinkan dalam waktu.

Ketua Kesatuan Niaga Celular Indonesia (KNCI) Qutni Tysari menyampaikan itu setelah bertemu dengan Dirjen PPI Kominfo Ahmad M. Ramli, anggota KRT-BRTI Agung Harsoyo, dan Deputi Hubungan Lembaga Kemensetneg Dadan Wildan. Pertemuan itu berlangsung selama lima jam.


Selama pertemuan, seluruh perwakilan mengutarakan pendapat masing-masing mengenai aturan tersebut. Pihak pemerintah berjanji menuntaskan mekanisme sistem registrasi tanpa batas kepada pedagang pulsa.

"Keberatan kami terletak hanya pada pembatasan registrasi satu NIK hanya bisa 3 nomor, itu saja, karena itu akan merugikan kami. Alhamdulillah memang aturan itu tidak dihapuskan tetapi paling tidak ada jalan tengah. (Pembatasan registrasi 3 SIM card) itu hanya berlaku untuk masyarakat dan outlet tidak berlaku. Artinya, outlet bisa melakukan registrasi keempat dan seterusnya. Artinya, badan niaga tidak terganggu," ucap Quitni di Taman Pandang, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/4/2018).

User, kata Quitni, bisa melakukan registrasi secara mandiri melalui SMS untuk 3 SIM card. Namun, untuk yang keempat harus melalui pedagang pulsa atau gerai operator dengan membawa NIK dan KTP.


Data user akan dimasukkan ke sebuah sistem aplikasi yang dimiliki gerai operator SIM card dan akan disesuaikan dengan outlet pedagang pulsa. Aplikasi ini juga akan terhubung langsung dengan dukcapil wilayah setempat.

"Yang meregistrasi kan outlet, tapi sistemnya sama dengan yang ada di gerai operator," ujarnya.

Massa tukang pulsa demo di depan Istana.Massa tukang pulsa berdemo di depan Istana. (Denita Br Matondang/detikcom)

Dalam orasinya kepada massa, Quitni mengatakan akan menunggu janji Kominfo itu hingga hari ini. Bila tak dipenuhi, pihaknya akan turun kembali menggelar aksi.

"Semoga beliau tidak berdalih lagi. Apalagi setelah kita bertemu Kemensetneg. Kemudian apabila ini juga tidak terealisasi, saya secara pribadi dan bersama teman-teman sekalian akan apa pun yang terjadi, kita akan menutup mata dan menyingkirkan segala persoalan yang dihalangi. Apa pun risikonya, kita akan menutup mata. Kalau tidak terealisasi kita punya catatan tersendiri. Kita tidak akan memilih pemerintahan tahun ini dua periode. KNCI. Yes you KNCI," teriak Quitni.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed