Syafii Minta Politik Tak Dibawa ke Muktamar Muhammadiyah
Jumat, 01 Jul 2005 17:21 WIB
Malang -
Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif meminta kepada semua kader Muhammadiyah untuk tidak membawa cara-cara politik ke Muktamar Muhammadiyah. Syafii juga berharap Muhammadiyah kembali lagi ke khittahnya. Imbauan ini disampaikan Syafii saat membuka Sidang Tanwir Muhammadiyah di Basement Dome Kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Raya Tlogomas, Malang, Jumat (01/07/2005). Sidang Tanwir dihadiri oleh 178 pengurus Muhammadiyah. Dalam pidato iftitahnya, Syafii menyatakan, muktamar kali ini menyandang tema besar 'Gerakan Tajdid menuju Pencerahan Peradaban'. Tema yang diusung ini tidak lepas dari berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini, termasuk di antaranya musibah tsunami dan busung lapar.Selain itu Syafii juga berharap kepada peserta Muktamar Muhammadiyah yang mempunyai cara-cara berpikir politik untuk tidak dibawa ke dalam acara muktamar ini. "Muhammadiyah bukan tempat bertarung secara politik. Sebab kalau Muhammadiyah ikut berpolitik, maka sama saja dengan yang lain. Apakah Muhammadiyah juga akan ke sana?" kata Syafii. "Yang berpolitik silakan, tapi jangan dibawa ke sini," imbuh Syafii. Syafii mengharapkan siapa pun pemimpin nantinya, Muhammadiyah agar bisa kembali ke khittah. Sementara itu sidang tanwir yang dimulai hari ini akan digelar selama dua hari. Dalam sidang ini nantinya para peserta sidang yang terdiri dari 19 anggota tanwir yang ditetapkan oleh PP Muhammadiyah dan 169 anggota tanwir dari wilayah dan organisasi otonomi akan menyeleksi 126 calon ketua PPMuhammadiyah.Dari 126 calon ketua PP Muhammadiyah ini nantinya akan diseleksi kembali menjadi 39 orang dan dipersempit lagi menjadi 13 orang saat di muktamar nanti.Sidang tanwir juga dihadiri para kandidat ketua umum PP Muhammadiyah yang selama ini telah disebut-sebut. Antara lain Din Syamsudin, Malik Fadjar, Rosyad Sholeh, Ismail Sunny, Hajriyanto Y Thohari, Haedar Nashir, dan Goodwill Zubair.
(asy/)










































