Anak Buah Fredrich Akui Diminta Cek Kamar Sebelum Novanto Tabrakan

ADVERTISEMENT

Anak Buah Fredrich Akui Diminta Cek Kamar Sebelum Novanto Tabrakan

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 02 Apr 2018 16:34 WIB
Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Anak buah Fredrich Yunadi, Achmad Rudyansyah, mengaku pernah diminta mengecek kondisi kamar di RS Medika Permata Hijau pada 16 November 2017. Saat itu, ia mengaku tak diberitahu oleh Fredrich tujuan pengecekan kamar tersebut.

"Anda datang ke situ atas perintah?" kata hakim ke Achmad yang bersaksi dalam sidang lanjutan perkara perintangan penyidikan Setya Novanto dengan terdakwa dr Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

"Kantor kami dekat dengan rumah sakit Permata Hijau, itu kira-kira pukul 15.00 WIB saya diperintahkan oleh pak Yunadi untuk mengecek fasilitas di RS Permata Hijau. Dalam rangka apa saya tidak tahu," ucap Achmad.


Achmad mengatakan Fredrich memberi nomor salah satu dokter di RS Permata Hijau yang bernama dr Elisa. Namun, belakangan ia tahu dokter tersebut bernama dr Alia.

"Saya selalu bertanya dengan beliau, pak kira-kira kalau ke sana ada referensi tidak bertemu dengan siapa. Kalau tidak ada dia bilang ya saya langsung ke sana saja. Waktu itu dikasi nomor telepon dr Elisa. Tapi waktu ditunjukkan fotonya itu dr Alia, setahu saya perintahnya itu Elisa, setelah ditunjukkan dalam penyidikan yang saya temui ya dr Alia itu," ucap Achmad.

Setelah bertemu dengan dr Alia, ia diajak ke ruang VIP di lantai 3. Achmad mengaku sempat mengambil foto kamar VIP dan fasilitas yang ada di dalam kamar tersebut.

Ia kemudian menyebut Fredrich datang menyusul ke RS Permata Hijau. Saat tiba, Fredrich langsung mengobrol berdua dengan dr Alia di dalam kamar VIP, sementara Achmad mengaku menunggu di luar.

Achmad sendiri mengetahui Novanto masuk ke RS Permata Hijau dari media. Ia juga mengaku tahu soal kamar yang diceknya digunakan untuk Novanto pada keesokan harinya.

Ia kemudian mengaku Fredrich meminta dirinya untuk ke rumah sakit pada 17 November 2017. Namun, Achmad mengaku tidak bisa masuk ke ruang VIP lantai 3 karena kondisi rumah sakit yang terlalu padat dan akhirnya ia kembali ke kantor karena ada klien lain yang datang.


Saat giliran jaksa bertanya, Achmad menyatakan ia tak tahu soal penyebab kecelakaan Novanto. Ia juga menyebut Fredrich juga mengaku tak tahu apa yang menjadi penyebab kecelakaan Novanto.

Selain itu, Achmad menyebut biaya perawatan Novanto diurus oleh Fredrich, namun ia tak tahu pembayaran itu menggunakan uang siapa. Pembayaran itu dilakukan saat Novanto akan dipindahkan ke RSCM.

"Kalau penyelesaian pembayaran itu pak FY (Fredrich Yunadi). Setelah SN (Setya Novanto) masuk dan akan dipindahkan ke RSCM," ujar Achmad.

(haf/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT