Krisis Temanggung
Ditahan, Totok Depresi
Jumat, 01 Jul 2005 16:24 WIB
Temanggung - Setelah menginap semalam di Rutan Kelas I Temanggung, terdakwa kasus korupsi dana pemilu, Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo tiba-tiba, Jumat (1/7/2005) dinihari mengeluh sakit depresi, mual, pusing-pusing dan vertigo.Totok kemudian meminta dokter pribadinya agar memeriksanya dan minta dirawat di rumah sakit. Namun permintaan itu tidak dituruti oleh kejaksaan. Tim dokter IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Temanggung Jumat, pukul 08.30 WIB kemudian memeriksa kesehatan Totok.Pemeriksaan terhadap Totok dilakukan di ruang pengenalan rutan setempat atau di kamar karantina bagi penghuni baru. Di ruang karantina itulah Totok bakal tidur selama tujuh hari berturut-turut sebelum berbaur dengan penghuni rutan lainnya.Pemeriksaan yang dilakukan tim dokter IDI Temanggung berlangsung tertutup selama lebih kurang 30 menit. Tim dokter yang berasal dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung itu menyatakan hanya tim IDI Temanggung yang boleh memberikan catatan medis terhadap terdakwa Totok."Di luar dokter IDI Temanggung tidak kami izinkan. Lagipula dokter pribadi Pak Totok bukan anggota IDI Temanggung. Dia banyak mengeluh pusing dan tensinya drop," kata dokter Nugroho salah satu anggota tim IDI kepada wartawan.Sementara itu, menurut Kepala LP Temanggung, Kaswadi Jaya SH, Totok selama tujuh hari ditempatkan diruang karantina seluas 12 meter persegi, ukuran 3 x 4 meter sebelum berbaur dengan tahanan lainnya. Tujuannya agar terdakwa bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru.Kaswadi juga membantah bila Totok akan mendapat perlakukan istimewa, tidak tidur di kamar karantina tetapi di kamar lainnya. Ruang karantina berada tidak jauh dari ruang administrasi LP yang ada dibagian depan. "Tidak ada sel yang mewah, semua sama dengan 85 narapidana yang ada di sini. Silakan cek langsung saja," kata dia.
(asy/)











































