"Belum ke sana (soal pembakaran balas dendam) yang jelas saksi ada 15 motor masing-masing ditempati 2 orang jadi 30 orang pakai pakaian preman nah itu yang sementara fakta itu. Nah kalau ada hubungan, tadi saya katakan semua kemungkinan kita jejaki termasuk orang lain yang adu domba termasuk kemungkinan lain, kita jejaki," kata Kapolres Bekasi Kombes Indarto kepada wartawam di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (2/4/2018).
Mobil dan pos salah satu ormas itu dibakar oleh orang tak dikenal pada Rabu (28/3) pukul 00.00 WIB. Sebelum kejadian itu, pengeroyokan terjadi oleh salah satu anggota ormas terhadap penjual durian di Jl Jati Kramat, Jatiasih, Kota Bekasi pada Rabu (21/3) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai sekarang belum, belum ada fakta yang mengarah kesana. Tapi semua kemungkinan kita jejaki makanya kita koordinasi dengan Halim (Bandara Halim) dan mereka akan support dan POM AU. Mereka kalau ada info kita sinkronkan tapi sampe sekarang belum ada," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, polisi telah mengecek CCTV untuk menyelidiki pembakaran ormas di Bekasi itu. Motif pelaku masih diselidiki.
Pembakaran pos ormas di Bekasi ini diduga dilakukan oleh 30 orang pelaku pukul 00.00 WIB dini hari tadi. Selain pos, ada juga mobil yang dibakar para pelaku.
(knv/mei)











































