DPR Kecam Serangan Israel kepada Warga Palestina

DPR Kecam Serangan Israel kepada Warga Palestina

Prima Fauzi - detikNews
Minggu, 01 Apr 2018 20:47 WIB
DPR Kecam Serangan Israel kepada Warga Palestina
Foto: dok. DPR
Jakarta - DPR mengecam serangan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina yang sedang melakukan demo di perbatasan Gaza-Israel pada Sabtu (31/3/2018). Atas serangan itu sedikitnya 16 orang meninggal dunia.

Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan mengungkapkan, serangan itu tak bisa dibenarkan dan pihaknya mengecam tindakan tersebut. Ia meminta kekerasan terhadap warga Palestina dihentikan.


"Tindakan keji tentara Israel itu tentu tidak bisa dibenarkan, karena aksi masyarakat Palestina itu digelar secara damai. Kita mengecam keras tindakan Israel kepada warga Palestina. Kekejaman kepada warga Palestina harus segera dihentikan," ujar Taufik dalam keterangan resminya, Minggu (1/4/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mendorong pemerintah Indonesia melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI) segera melakukan pembahasan terkait situasi dan langkah konkret untuk membantu mereka.

"Kita juga mendorong Pemerintah Indonesia melalui OKI untuk segera melakukan sidang darurat membahas situasi terkini di Palestina. Melalui OKI juga, kita berharap ada langkah konkret untuk menjaga situasi di internal Palestina tetap kondusif dan membantu rakyat Palestina di wilayah Gaza yang hingga saat ini masih terisolir," imbuhnya.

Taufik juga berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil tindakan nyata dengan menekan pihak Isreal untuk menghentikan kekerasan di Palestina.

Selain itu, PBB juga harus menyelidiki tindakan keji yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina selama ini. Pasalnya, kata dia, berbagai tindakan yang dilakukan Israel berdampak pada upaya perdamaian di Palestina.


Sebelumnya diberitakan, aksi demo diikuti ribuan warga Palestina termasuk kaum perempuan dan anak-anak. Beberapa di antara mereka mendirikan setidaknya lima tenda untuk bertahan selama enam pekan.

Aksi yang disebut 'Pawai Besar Kepulangan' berlangsung hingga 15 Mei mendatang. Mereka menyebutnya sebagai hari peringatan Nakba atau bencana, ketika tahun 1948 lalu sekitar 700.000 warga Palestina diusir atau mengungsi akibat perang yang mendorong berdirinya negara Israel.

Sementara itu pertemuan anggota Dewan Keamanan PBB di New York telah menyerukan penyelidikan atas insiden yang menewaskan 16 warga Palestina tersebut. (idr/ega)


Berita Terkait