Rapat DPR-Kuntoro Bahas Dana Aceh Berlangsung Tegang
Jumat, 01 Jul 2005 15:05 WIB
Jakarta - Ketegangan mewarnai rapat konsultasi Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) DPR dengan Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) NAD. Sejumlah anggota DPR merasa dilecehkan oleh Kuntoro. Rapat konsultasi ini berlangsung di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/7/2005). Pemicu ketegangan ini adalah pernyataan Kuntoro yang menyatakan, ada anggota DPR yang meminta laporan pertanggungjawaban dana tanggap darurat dilakukan secara tertutup."Saya telah memberi tahu staf dan deputi agar tidak menanggapi pertemuan dengan DPR di dalam bentuk sebelah kamar atau pun di coffee shop dalam kaitannya dengan dengan dana tanggap darurat, karena hal itu tidak dibenarkan," ujar Kuntoro.Ucapan Kuntoro langsung disergah oleh Anggota DPR dari Fraksi Bintang Reformasi, Bursah Zarnubi. Bursah meminta Kuntoro menyebut nama anggota DPR tersebut.Kuntoro menjawab, "Saya meminta penjelasan yang saya maksud itu bisa dilakukan dalam pertemuan tertutup." Namun anggota DPR tetap tidak puas."Itu tidak bisa dilakukan, rapat ini rapat terbuka," anggota DPR dari FKB, AS Hikam menimpali.Ucapan Kuntoro juga diprotes oleh Syarfi Hutauruk dari Fraksi Partai Golkar. Dia pun minta Kuntoro menjelaskan hal tersebut."Apa maksud pernyataan itu? Kami kan meminta laporan, itu tidak ada hubungannya, kami meminta kepastian siapa yang minta, kami tidak ingin ada yang menutup-nutupi," kata Syarfi.Namun Kuntoro tetap bungkam, dia tidak mau menyebutkan identitas anggota DPR yang diminta DPR. Kericuhan ini terhenti setelah pimpinan sidang Muhaimin Iskandar menskors rapat. Rapat dilanjutkan lagi pukul 13.30 WIB.
(ddn/)











































