Tabrakan KRL di Pasar Minggu
Bunga Menangis Tanyakan Kakinya
Jumat, 01 Jul 2005 14:33 WIB
Jakarta - Bunga Citra Lestari (16) harus kehilangan kedua kakinya akibat tabrakan kereta rel listrik (KRL) di Pasar Minggu. Begitu sadar, Bunga meraba-raba bagian kakinya. Tapi gadis itu tak menemukan kaki di bagian tubuhnya. "Mana kaki? Mana kaki...?" kata Bunga seperti ditirukan ibunya, Susilawati, saat ditemui wartawan di RS UKI, Cawang, Jakarta, Jumat (1/7/2005). Bunga yang sebelumnya dirawat di RS Pasar Rebo dirujuk ke RS UKI Cawang. Kini dia masih di rawat di ruang ICU.Begitu mengetahui tak lagi mempunyai kaki, Bunga menangis terisak-isak. Susilawati pun larut dalam kesedihan anaknya dan ikut menangis. Sebagai ibu, Susi berusaha kuat dan meminta Bunga mengucap istigfar. "Dia sudah sadar. Tadi terus memanggil mama...mama...Saya bilang istigfar, terus dia istigfar. Saya hanya bisa menangis juga," tutur Susi.Susi dan suaminya, Mamad Bajuri tiba di RS UKI pukul 11.30 WIB. Susi mengaku sangat kaget melihat kondisi putrinya. Berita tabrakan itu telah diketahui Susi sejak semalam. Saat itu ia sempat melihat ada korban yang kakinya harus diamputasi. Dia sungguh tak menyangka orang malang itu adalah putrinya."Saya tahu sejak semalam ada orang yang kakinya buntung. Tapi tak jelas mukanya. Baru tadi pagi dikabari anak saya di RS. Saya sih pasrah. Gimana sudah takdir begini," kata Susi dengan suara lirih. Bunga sendiri sebenarnya merupakan nama panggilan. Entah mengapa dalam daftar korban di RS Pasar Rebo, ABG itu tercatat dengan nama Bunga Citra Lestari, seperti nama seorang artis sinetron. Menurut ibunya, nama asli Bunga adalah Siti Massamah. "Dia biasa dipanggil Bunga," cerita Susi.Meski masih ABG, Bunga telah bekerja. Sehari-hari dia menjadi karyawan sebuah Wartel di Jakarta Barat. Sore itu, Bunga sebenarnya hendak bermain ke suatu tempat. Naas tabrakan KRL terjadi dan mengubah jalan hidup Bunga.
(iy/)











































