PT KA Bantah Kecelakaan KRL Akibat Listrik Ngedrop

PT KA Bantah Kecelakaan KRL Akibat Listrik Ngedrop

- detikNews
Jumat, 01 Jul 2005 14:24 WIB
Bandung - Penyebab kecelakaan KRL di Pasar Minggu masih simpang siur. Masyarakat terus menduga-duga. Namun manajemen PT Kereta Api (KA) memastikan kecelakaan itu bukan karena tersendatnya pasokan listrik, seperti dugaan sebagian kalangan. "Soal listrik dari PLN yang katanya ngedrop itu belum jelas. Tapi kalau pun terjadi penurunan tegangan listrik dari PLN, itu tidak berpengaruh terhadap kondisi KRL-nya," ungkap Wakil Humas PT KA Kliwon Suyoto kepada detikcom di kantornya, Jl. Perintis Kemerdekaan, Bandung, Jumat (1/7/2005).Dijelaskan Kliwon, jika pasokan listrik dari PLN mati total, genset yang ada di setiap gardu induk otomatis akan langsung hidup. Selain untuk menyalakan lampu sinyal, pasokan listrik dari genset itu juga dipakai untuk menghidupnya tenaga kereta.Genset tersebut diletakkan di setiap stationary interchange. Misalnya, untuk jaringan listrik Jakarta-Bogor di jalur Tanjung Barat-Pasar Minggu, genset diletakkan di gardu induk yang ada di Stasiun Tanjung Barat. "Jadi jika ngedrop di satu titik, belum tentu ngedrop di titik yang lainnya," kata Kliwon.Sebagai jalur sibuk, lanjut Kliwon, PT KA selalu melakukan pemeriksaan terhadap jaringan listrik Jakarta-Bogor. Jika ada gangguan pasokan listrik di jalur Cikampek, Bogor dan Jakarta akan terdeteksi dari sentral operasional KA di Stasiun Manggarai. "Ya pokoknya PT KA Jabotabek hingga kini terus mengumpulkan barang bukti," tegas dia. Upaya yang kini telah dilakukan adalah meminta keterangan dari masinis, kondektur, pimpinan perjalanan kereta api, petugas pusat kendali, teknisi sinyal, dan teknisi listrik aliran atas. "Kita rumahkan dulu, masih emosional, biar in put pemeriksaannya nanti bagus," kata Kliwon. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads