DetikNews
Sabtu 31 Maret 2018, 14:57 WIB

Infrastruktur Kebanggaan Jokowi yang Dikritik Prabowo

Andhika Prasetia - detikNews
Infrastruktur Kebanggaan Jokowi yang Dikritik Prabowo Presiden Jokowi dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Pool/Biro Setpres)
Jakarta - Joko Widodo menggenjot pembangunan infrastruktur sejak awal dilantik menjadi presiden. Program infrastruktur Jokowi mendapat kritik dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebut ada potensi anggaran dikorupsi.

Infrastruktur yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2015-2019 dilakukan melalui pembangunan 2.650 km jalan, pembangunan 3.258 km jalur kereta api, pengembangan 24 pelabuhan, pembangunan 15 bandara baru, ketahanan energi melalui penyediaan 35 ribu MW listrik, pembangunan kilang minyak baru, dan penyediaan layanan broadband.


Untuk proyek jalan, misalnya, sejauh ini sudah dibangun 1.286 km (2015), 569 km (2016), dan 329 km (2017). Untuk tahun 2018, Jokowi sudah meresmikan Tol Ngawi-Kertosono sepanjang 49 km.

Proyek lainnya, seperti bendungan, Jokowi menargetkan pembangunan 65 bendungan dan 9 di antaranya ditargetkan rampung tahun ini. Namun, dari berbagai pengerjaan proyek, masih terjadi kecelakaan yang disebut Prabowo karena uang proyek infrastruktur dikorupsi.


"Korupsi di kita sudah sangat... sangat parah. Di seluruh dunia ada korupsi, ya, markup, markup, tahu kalian markup? Tahu apa arti markup? Markup itu penggelembungan. Proyek nilainya Rp 200 juta dilaporkan nilainya Rp 500 juta," kata Prabowo dalam pidatonya, Jumat (30/3).

"Rakyat suruh bayar Rp 500 juta, padahal nilainya Rp 200 juta. Ke mana Rp 300 juta? Itu yang dibagi-bagi, Saudara-saudara sekalian. Itu namanya mencuri, mencuri!" tambahnya.

Beberapa kecelakaan infrastruktur memang terjadi, antara lain girder Tol Tol Depok-Antasari roboh, box girder LRT di Pulogadung roboh. Begitu juga tiang penyangga beton proyek Tol Becakayu ambruk.

Terkait tingginya angka kecelakaan kerja pada proyek, Jokowi meminta pengawasan proyek diperketat. Dengan pengawasan ketat ini, diharapkan kelalaian dan kecelakaan kerja tidak terjadi lagi.


Selain itu, Jokowi menekankan pentingnya membangun infrastruktur di Indonesia. Jokowi mengatakan infrastruktur Indonesia saat ini jauh tertinggal dengan negara tetangga, bahkan dengan yang sebelumnya justru belajar dari Indonesia.

"Negara yang lamban pasti akan ditinggal negara lain, tahapan besar pertama yang dikerjakan adalah investasi di bidang infrastruktur. Merupakan salah satu fondasi penting dengan fundamental yang kita tetapkan untuk bersaing dengan negara tetangga kita. Kita sudah kalah dalam investasi infrastruktur dengan negara tetangga," katanya saat sambutan peresmian Tol Ngawi-Wilangan di Gerbang Tol Madiun, Kamis (29/3).
(dkp/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed