"Presiden belum beri lampu untuk pertemuan, tapi kemarin sudah menyampaikan salam, beliau lagi di luar daerah. Pada dasarnya beliau ingin ketemu Nyak Sandang," kata Maturidi di RSPAD Gatot Soebroto, Jl Abdul Rahman Saleh, Jakarta Pusat, Sabtu (31/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kondisi Nyak Sandang Semakin Membaik |
Ia menuturkan Nyak Sandang sudah didatangi media Istana seusai operasi. Dalam pertemuan, ia menyampaikan kondisi Nyak Sandang yang mulai membaik.
"Kemarin ada media dari Istana, mungkin atas perintah Bapak Jokowi untuk hadir, untuk melihat secara langsung. Pak Jokowi mungkin nggak sempat kemari, mungkin beliau bisa melihat melalui media Istana," ujar Maturidi.
"Iya, menyampaikan harapan Bapak dan kondisi penglihatannya sendiri. Saya sampaikan apa adanya bahwa sekarang sudah semakin membaik dan alhamdulillah sudah bisa melihat walaupun belum sempurna. Insyaallah dengan berjalannya waktu, Bapak bisa pulih kembali dengan sempurna," sambungnya.
Maturidi mengatakan sebelumnya, saat bertemu Jokowi, Nyak Sandang tidak dapat melihat secara langsung. Nyak Sandang ingin melihat langsung. Menurut dia, Jokowi terlihat ganteng.
"Ketemu Jokowi keinginan beliau sih setelah berhasil operasi ini, ingin melihat wajah Bapak Jokowi secara langsung. Kalau kemarin cuma salaman, pegangan tangan, tapi tidak tahu wajahnya. Katanya sih presiden kita ganteng banget, pengin lihat langsung," tutur Maturidi.
Nyak Sandang (91) merupakan salah satu penyumbang untuk membeli pesawat pertama RI. Sebelumnya, Nyak Sandang baru saja menjalani operasi katarak pada mata kirinya.
Operasi katarak tersebut dipimpin oleh Kepala Departemen Mata RSPAD Gatot Soebroto dr Subandono Bambang Indrasto, SpM, MM, pada Rabu, 28 Maret 2018. Selain itu, hadir salah satu dokter dari Tim Dokter Kepresidenan, yaitu dr Tjahjono D Gondhowiardjo, SpM(K), PhD.
(rna/rna)