Cerita Warga Dapat Missed Call Misterius dari Nomor Luar Negeri

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 31 Mar 2018 11:34 WIB
Screenshot panggilan telepon dari nomor misterius di luar negeri (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Sejumlah warga di beberapa lokasi mendapatkan panggilan telepon dari nomor internasional tidak dikenal kemarin hingga hari ini. Ada apa?

Imam, warga Depok, mendapat missed call dari nomor telepon +261345176837 pada Jumat (30/3/2018) sekitar pukul 21.00 WIB. Dari kodenya, panggilan telepon itu berasal dari Madagaskar. Merasa heran, Imam memutuskan tidak mengangkat telepon itu.

Pengalaman yang sama dirasakan Lili, warga Jakarta. Dia mendapatkan panggilan telepon misterius kemarin, tepatnya pukul 17.50 WIB. Bedanya, Lili ditelepon nomor +242801130471, yang berasal dari Kongo.

Cerita Warga Dapat Missed Call Misterius dari Nomor Luar NegeriFoto: Dok. detikcom
Panggilan telepon dari nomor berkode Kongo juga dialami oleh warga Bandung bernama Tias kemarin malam. Panggilan telepon itu tidak dijawab hingga berujung jadi missed call.

Sementara tiga warga tersebut membiarkan panggilan telepon internasional misterius itu menjadi missed call, cerita berbeda datang dari warga Depok bernama Indah. Dia mendapatkan panggilan telepon dari nomor +242801130493 pada pukul 20.44 WIB. Secara refleks, Indah mengangkatnya.

Cerita Warga Dapat Missed Call Misterius dari Nomor Luar NegeriFoto: Dok. detikcom
Terdengar latar suara yang ramai dan ucapan 'hello' dari ujung telepon. Telepon hanya berjalan 9 detik, lalu ditutup. Panggilan telepon itu juga berasal dari nomor berkode Kongo.

Apa yang sebenarnya terjadi?

'Teror' panggilan telepon dari nomor internasional misterius bukan hanya kali ini terjadi. Pada akhir 2016, sejumlah pengguna telepon melaporkan panggilan dari nomor berkode +77.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Media Australia, abc.net.au pernah menulis tentang kejadian serupa pada Februari 2018.

Sejumlah warga Australia ternyata mengeluhkan hal yang sama, panggilan telepon misterius dari nomor internasional yang berujung missed call. Saat itu, warga Australia melaporkan mendapat missed call dari nomor Papua Nugini, Kongo, Slovenia, hingga Belgia.

"Ini adalah penipuan telepon premium. Mereka menelepon Anda, membiarkan telepon berdering sekali dan mematikannya. Mereka melakukan itu berulang kali agar Anda menelepon balik," kata Komisi Kompetisi Usaha dan Konsumen Australia Delia Rickard seperti dilansir dari ABC.

Jika 'korban' menelepon balik, tagihan telepon akan membengkak. Tagihan itu sebagian besar akan masuk ke kantong penipu yang menelepon tersebut.

Masih pada Februari 2018, media Kanada, Global News, melaporkan peristiwa serupa dialami sejumlah warga. Mereka menerima missed call dari nomor berkode Albania, Makedonia, hingga Seychelles.

'Teror' ini dinamakan Wangiri, yang berasal dari bahasa Jepang. Wangiri berarti 'sekali dering dan tutup'. Pengguna telepon yang mendapat missed call semacam ini diimbau tidak menelepon balik. (imk/rna)