Diduga Pelaku Teroris, Sejumlah Orang Ditangkap di Wonogiri
Jumat, 01 Jul 2005 11:58 WIB
Semarang - Upaya pencarian pelaku terorisme terus berlangsung. Tim Antiteror Mabes Polri menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat jaringan tindak terorisme pada Rabu, 29 Juni 2005. Namun polisi masih enggan bercerita banyak.Adanya penangkapan ini dibenarkan oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Chairul Rasyid. "Ya, kita telah mendapat informasi terhadap adanya penangkapan itu. Tapi jumlah persisnya berapa, belum diketahui," katanya usai mengikuti HUT ke-59 Polri di Markas Polda Jateng, Jumat (1/7/2005).Menurut Rasyid, pihaknya hari ini akan mengonfirmasi berapa jumlah orang yang ditangkap dan ke mana arah jaringannya. "Daerah kita ini kan termasuk daerah perlintasan pembinaan dan persinggahan. Kemungkinan masuknya teroris bisa saja terjadi," tambahnya.Mengenai prosedur penangkapan, Rasyid menegaskan, untuk masalah teroris, pihaknya bisa bertindak keras. "Jangankan cuma penangkapan, tindakan yang lebih keras bisa kami lakukan. Namun jika tidak terbukti, ya kami lepaskan," ujarnya.Ketika didesak untuk merinci kronologi penangkapan, ia enggan menjelaskan. Namun berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, penangkapan dilakukan oleh Tim Kobra Trunojoyo Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri.Penangkapan dilakukan pada Rabu, 29 Juni 2005, sekitar pukul 16.00 WIB, di rumah Djoko Sumanto alias Cuntel (40), warga RT 02 RW 03 Desa Pokoh, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.Rumah yang dijadikan usaha dagang itu dihuni empat karyawan. Mereka semua ikut diciduk oleh tim antiteror. Mereka adalah Gino, Dani, Anto dan Hana. Tim Mabes Polri juga menyita komputer yang diduga berisi file penting.Penangkapan didahului dengan berdatangannya tamu yang diduga kuat terlibat peristiwa konflik di Maluku. "Tapi belum dapat dipastikan mereka dari kelompok mana," kata Rasyid, sambil tetap bersikukuh tidak mau bercerita soal kronologi penangkapan.
(jon/)











































