Prabowo yang Kembali Bicara Soal Bocor

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Sabtu, 31 Mar 2018 08:33 WIB
Foto: Prabowo Subianto (Wisma Putra)
Jakarta - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kembali memakai diksi bocor saat berorasi di Jawa Barat. Kali ini, Prabowo mengaitkan bocor-bocor itu dengan program Tax Amnesty pemerintah Joko Widodo.

Konteks bocor yang disampaikan Prabowo kali ini ialah terkait adanya uang triliunan rupiah milik WNI yang disimpan di luar negeri. Menurut Prabowo, dia sempat diejek terkait pernyataannya, sebelum akhirnya diakui kebenarannya oleh pemerintahan Jokowi. Saat itu, Jokowi juga mengakui ada Rp 11 triliun uang milik WNI yang 'menginap' di luar negeri.

"Waktu dulu saya bicara dan saya mengatakan, Indonesia kebocorannya Rp 1.000 triliun tiap tahun, saya diejek, dibilang Prabowo ngawur, Prabowo mengada-ada, Prabowo bukan ahli ekonomi, baca bukunya di mana. Ternyata sesudah satu-dua tahun, Menteri Keuangan Pemerintah Jokowi sendiri mengakui ada ribuan triliun rupiah yang berada di luar negeri," sebut Prabowo saat tur 'Prabowo Menyapa Warga Jawa Barat', Jumat (30/3/2018).



Soal bocor-bocor ini sebenarnya pernah ramai pada debat Pilpres 2014 lalu. Saat itu, Prabowo Subianto merupakan calon presiden penantang Joko Widodo. Prabowo membawa materi bocornya kekayaan negara yang disebutnya mencapai Rp 7.200 triliun.

Materi Prabowo itu kemudian seolah menjadi bumerang. Prabowo yang menggandeng Hatta Rajasa, kala itu menjabat Menko Perekonomian, dianggap didamprat secara tak langsung oleh Prabowo. Prabowo pun memberi pembelaan soal pernyataan bocor kekayaan negara itu.

"Mungkin ada yang tidak suka saya bicara kebocoran, tapi kalo bocor bagaimana? Misalkan naik kapal terus kapal kita bocor, masa saya tidak kasih tahu nahkodanya?" kata Prabowo retoris.


Mantan Danjen Kopassus itu sendiri berpegang pada data yang disampaikan eks Ketua KPK Abraham Samad. Wakil Ketua KPK saat itu, Bambang Widjojanto, sudah mengklarifikasi langsung kepada Samad terkait pernyataan Prabowo tersebut. Versi Samad, ucapannya bukan mengarah pada kebocoran uang negara, tapi potential revenue alias omzet potensial yang bakal diraih bila aset-aset migas di Indonesia dinasionalisasi.

Jokowi, yang kala itu masih sebagai capres lawan Prabowo, saat berkampanye di Tegal, Jawa Tengah, menyindir soal kebocoran kekayaan negara versi lawannya. Dia juga menyinggung Hatta Rajasa dalam sindirannya

"Masa ada bocor Rp 1.000 triliun, dari mana? Wong APBN-nya hanya Rp 1.400 triliun, sebelumnya Rp 1.000 triliun. Kalau bocor Rp 1.000 itu dari mana? Lah menterinya siapa?" kata Jokowi di rumah tokoh masyarakat di Slawi, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (19/6/2014). (gbr/gbr)