DetikNews
Sabtu 31 Maret 2018, 07:35 WIB

Soal Putin, Hanura Tuding Fadli Zon Tak Lagi Idolakan Prabowo

Audrey Santoso - detikNews
Soal Putin, Hanura Tuding Fadli Zon Tak Lagi Idolakan Prabowo Foto: Inas Nasrullah
Jakarta - Ketua Fraksi Hanura DPR Inas Nasrullah Zubir, menerka Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sudah tak lagi menjadi sosok pemimpin yang diidolakan wakilnya, Fadli Zon. Anggapan itu terlontar karena Fadli Zon mencuitkan karakter pemimpin Indonesia ideal menurutnya yang seperti Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Kenapa yang ngomong itu kelihatannya tidak lagi mengidolakan Prabowo? Kelihatannya Fadli Zon sudah menafikan Prabowo kayaknya. Ini kan kelihatannya malah mengidolakan Putin. Sepertinya Prabowo nggak masuk dalam itungan Fadli Zon," kata Inas kepada detikcom, Sabtu (31/3/2018).


Terkait ungkapan Fadli Zon yang terkesan memuji Putin, Inas memandang hal itu sebagai gambaran orang yang mencintai tokoh komunis. "Itu kan gambaran orang pecinta komunis, itu gambaran seperti Vladimir Putin. Kalau orang yang memang dasarnya sudah simpati sama komunis, arahnya memang ke arah Vladimir Putin," ujar dia.

Inas menuturkan karakter pemimpin yang tepat bagi Indonesia ialah pemimpin yang mau bekerja untuk rakyat, yaitu Joko Widodo (Jokowi). Inas menyebut sosok Jokowi sebagai pemimpin Indonesia periode ke depan sudah sangat kuat.


"Kalau orang Indonesia, presiden yang cocok bagi orang Indonesia adalah presiden yang bisa bekerja. Indonesia itu butuh orang yang bisa kerja. Memang ini kan ketakutannya pihak sana, Jokowi memang sudah tidak bisa dilawan sekarang. Jokowi karena sudah turun sampai ke grass root," tutur Inas.

Dia kemudian menyarankan Fadli Zon untuk tak banyak bicara dan menyebut Fadli sudah tak percaya diri dengan kemenangan Prabowo di Pilpres 2019. "Jadi sudahlah, yang sudah nggak punya calon sendiri, diam saja dulu. Kalau memang sudah nggak pede dengan calonnya sendiri, sudah saja diam," tandas Inas.


Inas melanjutkan, jika Fadli Zon menyinggung pemimpin ideal adalah yang tidak berutang, sedari dulu Indonesia juga memiliki utang. Lagi pula, tambah Inas, tidak ada negara yang tidak berutang saat ini.
(aud/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed