Tabrakan KRL
Sinyal Kereta Tidak Menyala Merah
Jumat, 01 Jul 2005 11:23 WIB
Jakarta - Asep Darmawan, masinis KRL 583 yang menabrak KRL 585, mengaku tidak melihat lampu sinyal kereta api menyala merah. Itu sebabnya dia tidak berusaha menghentikan laju kereta.Seperti dituturkan istri Asep, Cucu Zulaeha, sinyal kereta seharusnya menyala merah bila ada kereta di depan, namun pada Kamis sore, 30 Juni 2005, yang naas itu, lampu sinyal tidak menyala merah. Padahal ada kereta lain di depannya.Asep menduga telah terjadi kerusakan pada sistem persinyalan kereta, sehingga lampu yang seharusnya merah, tidak menyala."Sekitar jarak dua ratus meter, dia (Asep) sudah menarik tuas rem. Tapi karena kereta dalam kecepatan yang cukup tinggi untuk stop mendadak, jadi kereta tidak berhenti seketika itu juga," ujar Cucu kepada wartawan di ruang perawatan Asep di Ruang Dahlia kamar 509 lantai 5, RS Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat, (1/7/2005).Wartawan dilarang oleh satpam RS untuk berbicara dengan Asep, tapi diperbolehkan untuk berbicara dengan Cucu.Kondisi Asep cukup stabil meskipun masih lemah. Warga Cicurug, Bogor, ini sempat tidak sadarkan diri sejak tabrakan terjadi. Dia baru sadar Jumat pagi ini. Setelah sarapan, Asep justru muntah-muntah. Kondisinya masih lemah dan belum bisa bicara banyak.Asep menderita luka lecet di kaki dan tangan. Sementara sebagian kulitnya terkelupas. Asep tidak mengalami patah tulang, namun dia luka dalam di bagian dada dan punggung.Asep yang sudah menjadi masinis kereta sejak tahun 1982 ini, memiliki dua orang anak. Selama 23 tahun mengabdi, dia selalu menjadi masinis KRL.
(ddn/)











































