"Malam hari ini kita tidak hanya melihat perjalanan 40 tahun tapi ini sebuah ikhtiar yang dilandasi keikhlasan yang dijalani konsisten selama 40 tahun," ujar Anies di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (30/3/2018).
Anies kemudian berbagi cerita soal kekaguman dirinya kepada almarhumah Ustazah Tuty Alawiyah. Tuty pernah menjabat Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Almarhumah hajah Tuty Alawiyah bukan saja membina dan membuat Jakarta memiliki sejuta majelis taklim di tempat ini, BKMT," kata Anies.
"Saya bukan besar di Jakarta tapi di Yogyakarta, cuma saya ingat baca koran di Jakarta, foto besar sekali pada saat majelis taklim memenuhi Gelora Bung Karno. Tahun berapa itu? 90? Saya waktu itu di Yogya dan terkagum-kagum menyaksikan dari jauh disebut itu nama bu Tuty Alawiyah. Dan di sini adalah penerus yang dilakukan Bu Tuty Alawiyah, karena itu saya harap ikhtiar ini dihidupkan terus," kenang Anies.
Foto: Anies Baswedan hadiri tasyakur pesantren khusus yatim (Indra/detik) |
Pondok Pesantren Syafi'iyah dikelola oleh putra putri Tutu Alawiyah. Anies menilai pengelolan pesantren ini patut dijadikan contoh sebagai pengelolaan keluarga yang baik.
"Di sisi lain pesantren ini yang menampung anak yatim dikelola satu sisi profesional, satu sisi juga ikatan keluarga terjaga. Kita umat islam Indonesia dapat contoh pengelola keluarga profesional dan hasilnya bisa dibanggakan," jelasnya.
Anies berharap keikhlasan selama 40 tahun Pesantren Syafi'iyah bisa melahirkan karya untuk bangsa. Keikhlasan selama 40 tahun itu
"Seorang murid menceritakan kalau tidak ada keikhlasan ilmu yang dititipkan pada saya tidak akan membawa berkah. Betul sekali. 40 tahun ini adalah 40 tahun penuh keikhlasan. Karena itu kita memperingati 40 taun ini penuh rasa syukur dan insyallah melihat 40 tahun perjalanan ke depan kita lihat karya lebih hebat dari pesantren ini," papar Anies. (idn/gbr)












































Foto: Anies Baswedan hadiri tasyakur pesantren khusus yatim (Indra/detik)