Pidato HUT Polri, SBY Tidak Singgung Kasus Teror & Korupsi

Pidato HUT Polri, SBY Tidak Singgung Kasus Teror & Korupsi

- detikNews
Jumat, 01 Jul 2005 10:30 WIB
Bogor - Kado nasihat dari Presiden SBY datar-datar saja. Maraknya aksi teror dan mencuatnya kasus dugaan korupsi di tubuh Polri tidak disinggung.Pidato tertulis SBY dalam peringatan HUT ke-59 Polri disampaikan selama 30 menit di Pusat Pelatihan Multifungsi Polri di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/7/2005).Isi pidato SBY berupa pujian atas berbagai keberhasilan Polri yang disampaikan dalam tata bahasa yang diplomatis.Padahal Polri sedang didera kasus dugaan mark up proyek pengadaan jaringan komunikasi dan alat komunikasi Polri tahun 2002-2005, yang merugikan negara ratusan miliar rupiah atau 30-40 persen dari nilai kontrak sebesar Rp 602 miliar. Kasus ini diungkapkan oleh Lumbung Informasi Rakyat (Lira) atau Blora Center.Belum lagi kasus teror bom dan ledakan yang menghantui sejumlah daerah di Indonesia. Untuk bulan Juni 2005 saja, terhitung ada tiga kasus ledakan. Bom Pamulang yang terjadi pada 8 Juni, ledakan di Kemayoran pada 29 Juni, bom di Pasar Poso pada 30 Juni yang meledak sehari menjelang digelarnya Pilkada. Ketiga peristiwa ini belum berujung pada keberhasilan pengungkapan kasus.Apalagi pe-er lama yang tak kunjung tuntas, yakni buronan teroris Dr Azahari dan Noordin Moh Top. Sederetan kasus yang cukup menonjol dan mendapat sorotan ini yang sama sekali tidak disebut-sebut SBY."Saat ini negara kita sedang menjalankan reformasi, demokrasi, dan pembangunan kembali pascakrisis. Peranan Polri dibutuhkan untuk menjaga keamanan dan menegakkan hukum demi menjamin pelaksanaan pembangunan yang lancar," kata SBY mengawali pidatonya.Dalam sistem demokrasi dan reformasi, lanjut dia, penyampaian aspirasi oleh masyarakat dijamin dan dilindungi oleh negara, sepanjang tidak melakukan hal-hal yang mengganggu ketertiban umum dan keamanan."Dalam kaitan inilah, Polri saya ajak berpartisipasi. Tingkatkan tindakan preventif dan persuasif. Tetap tegas tanpa melakukan kekerasan yang tidak perlu," imbau SBY.Dalam berbagai laporan yang diterimanya melalui pembicaraan langsung maupun telepon dan SMS, masih banyak keluhan soal pelayanan yang tidak memuaskan, baik di tingkat pusat maupun daerah."Mari kita tingkatkan bersama pelayanan ini dengan penuh tanggung jawab. Junjung tinggi kode etik dan sikap netral dalam bertugas," ajak SBY.Dia mengaku telah melakukan pencatatan bahwa akhir-akhir ini Polri melaksanakan tugasnya dengan intensitas yang sangat tinggi."Polri juga berhasil melakukan perbaikan di tubuh jajarannya, meliputi pengembangan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta manajemen," puji SBY.Empat BintangSebelum menyampaikan pidato, SBY menyerahkan bintang penghargaan kepada empat personel Polri. Bintang Bhayangkara Pratama diberikan kepada Irjen Pol Adam Firman yang menjabat staf ahli Kapolri bidang manajemen, atas jasanya melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi.Bintang Bhayangkara Nararia kepada Kombes Pol Komaruddin selaku kepala bagian Resimen II Brimob Polri, Ajun Polisi Heru Suryono selaku Kataut Divisi Telematika Mabes Polri, dan Ajun Polisi Ketut Dewi Santika dari Bintara Gegana. Ketiganya diberikan penghargaan atas pengabdiannya selama 20 tahun berturut-turut.Hingga pukul 10.15 WIB, perayaan HUT ke-59 Polri sedang dimeriahkan dengan peragaan keterampilan personel Polri dari Divisi Lalu Lintas, Patwal, dan SAR. (sss/)


Berita Terkait