Penumpang KRL:
Tiap Hari Khawatir Tapi Pasrah
Jumat, 01 Jul 2005 09:38 WIB
Jakarta - Tiap hari khawatir. Tapi gimana lagi. Itulah rata-rata komentar penumpang KRL Jabotabek yang ditemui detikcom di Stasiun Depok Baru, Jumat (1/7/2005)."Setiap naik KRL, ngeri juga sih. Tapi gimana lagi ya, KRL satu-satunya kendaraan yang tercepat nyampe ke kantor saya," kata Wiwin, 35 tahun, yang berkantor di Manggarai, Jakarta Pusat.Hal serupa disampaikan Rudoro, 45 tahun. Dia bekerja di Kalibata. "Memang takut sih ya kalau ada musibah KA. Tapi sekarang saya sudah kebal, jadi nggak takut lagi. Yah memang begitulah masalah di KA, mau gimana lagi," katanya.Pengakuan senada diucapkan Bachrullah, 23 tahun. "Saya hanya bisa pasrah karena KRL satu-satunya transportasi murah dan paling cepat," kata pemuda yang hendak ke Stasiun Kota ini.Pada Kamis, 30 Juni kemarin, Wiwin dan Rudoro mengaku kesulitan pulang setelah terjadi tabrakan 2 KRL di Pasar Minggu. "Saya terpaksa mencarter Metrominin dari Terminal Manggarani bersama teman-teman sejurusan menuju Depok," ceritanya. Sedangkan Rudoro terpaksa berganti-ganti angkot untuk mencapai Kalibata.KRL memang telah makan banyak nyawa, tapi dia tetap dicinta.
(nrl/)











































