DetikNews
Kamis 29 Maret 2018, 11:04 WIB

PAN Gelar Seminar soal Data Ketimpangan Tanah di Indonesia

Tsarina Maharani - detikNews
PAN Gelar Seminar soal Data Ketimpangan Tanah di Indonesia Hanafi Rais siap membeberkan data ketimpangan tanah di Indonesia. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Di tengah polemik beberapa petinggi PAN terkait program sertifikasi tanah Presiden Joko Widodo, PAN berencana menggelar seminar tentang data ketimpangan lahan. PAN menyebut siap mendukung upaya pemerintah menekan angka kesenjangan kepemilikan lahan itu.

Seminar tersebut rencananya digelar di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2018) pukul 13.00 WIB. Waketum PAN yang juga anggota DPR, Hanafi Rais, dan anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo dijadwalkan hadir memaparkan materi.

Dari agenda yang didapat detikcom, seminar ini merupakan upaya PAN mendorong pemerintahan Presiden Jokowi fokus pada strategi penyelesaian kesenjangan kepemilikan lahan antara rakyat dan korporasi ketimbang meributkan asal-usul data kepemilikan lahan di Indonesia. PAN disebut mendukung upaya pemerintah menuntaskan program reforma agraria sesuai dengan RPJMN 2015-2019 untuk menekan angka kesenjangan kepemilikan lahan.


Diketahui, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sempat menyebut program bagi-bagi sertifikat tanah Jokowi sebagai pengibulan. Menurut Amien, tak ada hasil yang jelas dari program tersebut.

Amien mengklaim 74% kepemilikan lahan di Indonesia dikuasai asing dan saat ini masih berlanjut. Pernyataan Amien itu menimbulkan reaksi keras dari Menko Maritim Luhut B Pandjaitan. Sempat mengancam akan membuka 'dosa-dosa' senior yang memberi kritik ke pemerintah itu, Luhut juga menantang 'berkelahi' melalui data.

Hanafi Rais pun membela sang ayah. Dia menyebut informasi yang disampaikan Amien merupakan data dari Bank Dunia pada 2015.

Namun pernyataan Hanafi dibantah oleh Bank Dunia. Bank Dunia menegaskan tidak pernah mengeluarkan data tentang kepemilikan tanah di Indonesia.


Meski tak pernah mengeluarkan data itu, Country Director World Bank for Indonesia Rodrigo A Chaves mengatakan pemerataan tanah memang bukan isu baru. Kepemilikan lahan di Indonesia disebut semakin menyebar.

Dia juga mengatakan 74% lahan di Indonesia sebenarnya milik negara. Kebanyakan lahan itu pun dikelola pemerintah.

"Ingat bahwa 74% tanah yang ada itu milik negara dan dikelola oleh pemerintah. Saya tidak mengerti kenapa ada orang membuat isu politik," tutur Chaves di Energy Building, Jakarta, Selasa (27/3).
(tsa/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed