Kronologi Lengkap Tabrakan KRL

Kronologi Lengkap Tabrakan KRL

- detikNews
Jumat, 01 Jul 2005 06:13 WIB
Jakarta - Tragedi tabrakan KRL di Pasar Minggu menyebabkan dua orang tewas dan 96 orang luka. Bagaimana sebenarnya kronologi lengkap versi PT Kereta Api (KA)?.Kepala Humas PT Kereta Api (KA) Daops I Jabotabek Ahmad Sujadi ketika dihubungi detikcom di Jakarta, Jumat (1/7/2005) menceritakan kronologis lengkap dua KRL naas yang berasal dari arah yang sama tersebut.Awalnya, sekitar pukul 14.57 WIB, kereta Pakuan Ekspres bernomor 221 berangkat dari Stasiun Bogor menuju Jakarta sesuai jadwal. Di tempat berbeda, Kereta Listrik (KRL) bernomor 585 berangkat dari Stasiun Depok pukul 15.29 WIB menuju Jakarta, lambat 10 menit dari jadwal semula. Pukul 15.41 WIB, dari stasiun yang sama, Depok, KRL nomor 583 berangkat tujuan Stasiun Jakarta Kota. Pemberangkatan KRL 583, tanpa diketahui sebabnya, molor 41 menit dari jadwal yang sudah ditentukan. Tepat pukul 16.05 WIB, kereta Pakuan Ekspres mengalami trouble di blok 201, stasiun Pasar Minggu. Karen mogoknya kereta Pakuan, maka KRL 585 berhenti di blok 202. KRL 585 mengetahui adanya kereta Pakuan yang mogok dikarenakan adanya sinyal merah di dekat Stasiun Pasar Minggu.Saat KRL 585 berhenti inilah, tiba-tiba sekitar pukul 16.15 WIB di km 19 + 800 ditabrak oleh KRL 583 dari arah Depok menuju Jakarta. Kepastian adanya tabrakan diandai adanya LAA (Listrik Aliran Atas) breaker (alarm yang menandakan telah terjadi ada sesuatu) di OC (Operation Center). "Tanda itu ngetrip (berkedip, menunjukkan ada sesuatu hal disana)," tegas Sujadi. Pada pukul 17.24 WIB, gerbong penolong berangkat dari Stasiun Manggarai. Gerbong penolong ini tiba dilokasi sekitar pukul 18.00 WIB, untuk selanjutnya melakukan evakuasi korban.Akhirnya, karena tabrakan itulah, perjalanan kereta api, secara bergantian menggunakan satu jalur sampai proses evakuasi kereta 585 dan 583 selesai sekitar pukul 12.15 WIB, gerbong kereta 585 yang ringsek berhasil dipotong oleh tim evakuasi.Korban yang luka akibat tabrakan ini, umumnya menderita patah tulang pada bagian kaki dan tangan, serta terkilir. Sebagian besar, luka para korban disebabkan karena benturan pada saat kereta bertumbukan. Kondisi parah dialami Bunga (16), mulai dari atas pangkal paha terpaksa harus diamputasi. (ism/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads