Amankan Selat Malaka, Polda Riau Bangun Pos Polisi Air
Kamis, 30 Jun 2005 18:00 WIB
Pekanbaru -
Untuk mendukung pengamanan jalur di Selat Malaka yang melibatkan dunia internasional, pihak Polda Riau akan membangun Pos Polisi Air di Dumai. Pembangunan pos ini guna meredam tingkat kriminal dan perompakan di jalur tersebut.Kapolda Riau Brigjen Pol S Damanhuri mengungkapkan hal itu dalam acara ramah tamah dengan wartawan menyambut HUT Polri ke- 59, di Hotel Pangeran Jl Sudirman, Pekanbaru, Kamis (30/6/2006).Menurut Kapolda Brigjen S Damanhuri, pembangunan pos polisi air di Dumai yang letak geografisnya berada pantai Selat Malaka sudah sangat mendesak mengingat tingginya kriminalitas dan perompakan di jalur tersebut. Pembangunan pos polisi air ini membutuhkan dana Rp 650 miliar dan diperkirakan baru akan selesai pembangunannya tahun 2008 mendatang.Dia memaparkan, tingkat kejahatan di Selat Malaka mendapat sorotan dalam lima tahun terakhir oleh dunia internasional. Untuk tahun 2005 ini, tercatat mencatat 9 kasus perompakan, pembajakan kapal dan penculikan nakhoda - ABK . Empat di antaranya menyangkut kapal asing yang melintas di jalur sepanjang 570 mil untuk wilayah Pelabuhan Samudra Loksumawe - NAD, Belawan Sumatera Utara, Dumai - Riau, Kuala Tungkal - Jambi, Singapura, Penang, Penang, Dikson - Malaka ini. Sementara disebut-sebut Riau dengan 3.412 pulaunya kerap dijadikan basis basis para perompak dan penyeludupan."Pembangunan yang kita rencakan ini sesuai dengan kesepakatan 4 negara yang sama-sama ingin mengamankan jalur pelayaran internasional tersebut. Dengan sendirinya sistem pengamanan yang didukung dunia internasional ini juga merupakan pengamanan untuk wilayah di Riau," kata Damanhuri. Damanhuri menjelaskan, pembangunan pos polisi air di Dumai ini, nantinya meliputi sarana dermaga, kapal patroli cepat termasuk juga heli. Penempatan pos polisi air di Dumai ini juga tidak terlepas karena letaknya yang starategis yang menghubungkan ke Malaysia dan Singapura."Selama ini kita mengakui kurangnya sarana dan prasarana pihak Polda Riau dalam mengamankan perairan Selat Malaka sebagai jalur perdagangan internasional. Semoga saja dengan langkah pembangunan pos polisi air pengamanan di Selat Malaka bisa lebih maksimal," kata Kapolda Riau.Damanhuri menjelaskan, selama ini pihaknya hanya memiliki 18 pos polisi air dan 7 boat kayu. Malah, secara umum, dengan jumlah penduduk 4.166.393 jiwa, pihaknya hanya memiliki 6.993 personel kepolisian. "Personel yang ada saat ini jelas tidak memadai. Kendati demikian, kita tetap berupaya untuk menjaga keamanan, sesuai porsi tugas Polri," ujarnya.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































