detikNews
Kamis 29 Maret 2018, 08:33 WIB

'Revolusi Putih' di Jakarta yang Terus Dipantau Prabowo

Rina Atriana - detikNews
Revolusi Putih di Jakarta yang Terus Dipantau Prabowo Prabowo Subianto yang mendapat laporan rutin soal Revolusi Putih (Foto: Facebook Prabowo Subianto)
Jakarta - Salah satu program yang digagas Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam memimpin DKI Jakarta adalah Revolusi Putih. Revolusi Putih juga menjadi salah satu program unggulan Prabowo Subianto sejak 2009 lalu.

Sejak dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2017 lalu, Sandiaga rutin melaporkan hasil program ini ke Prabowo. Menurut Sandi, Revolusi Putih penting untuk mencetak generasi berdaya saing.

"Saya juga laporkan rutin kepada Pak Prabowo sebagai yang punya gerakan. Hal ini demi mencetak generasi yang berdaya saing," kata Sandi saat mengisi seminar Fraksi Gerindra bertajuk 'Revolusi Putih untuk Generasi Bangsa yang Sehat dan Berprestasi' di Senayan, Jakarta, Rabu (28/3).


"Ini (Revolusi Putih) program yang sudah kita coba jalankan di DKI. Di DKI sendiri sudah mulai berjalan dengan KJP dengan tambahan fasilitas susu dan ikan kembung," imbuhnya.

Dalam halaman Facebooknya pada Oktober 2017 lalu, Prabowo menjelaskan Revolusi Putih adalah pemikirannya dan Partai Gerindra untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat. Salah satu caranya menjadikan susu sebagai konsumsi rakyat Indonesia setiap hari. Kata 'putih' dalam Revolusi Putih identik dengan warna susu.


Menurut Gerindra, untuk kawasan Asia Tenggara saja, Indonesia berada di posisi terbawah dalam hal konsumsi susu. Karena itu, Gerindra mendorong dijalankannya Revolusi Putih di berbagai daerah di Indonesia.

Pada Februari 2018 program ini ditambah susu serta ikan. "Jadi kami sekarang, kami fokus program kebijakan pemerintah untuk meningkatkan asupan protein di kalangan masyarakat khususnya menengah ke bawah," kata Sandiaga, Rabu (7/2).

Di kesempatan berbeda Sandi tak mau menyebut program pemberian subsidi untuk susu sebagai Revolusi Putih. Menurutnya, penyebutan tersebut bernuansa politis.

"Jangan dipolitisir. Karena kalau dibilang Revolusi Putih itu nanti masuknya ke politik," kata Sandiaga di Balai Kota, Jumat (24/11/2017).
(rna/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed