Pemerintah Selidiki Penyebab Tabrakan KRL
Kamis, 30 Jun 2005 20:39 WIB
Jakarta - Pemerintah akan menyelidiki penyebab tabrakan KRL di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Penyelidikan akan dilakukan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Darat."Seharusnya kecelakaan ini tak perlu terjadi. Dari segi sistem dan humanity nya tidak ada yang bermasalah," terang Menteri Perhubungan Hatta Rajasa di lokasi kejadian, Kamis (30/6/2005) sekitar pukul 18.30 WIB.Menurut Hatta, sistem ini sudah cukup baik karena alur kereta api ini sudah menggunakan double track. Selain itu, seharusnya apabila ada kereta yang berhenti, maka kereta yang berada di belakangnya harus mendapatkan sinyal. Sinyal itu menandakan bahwa di depan ada kereta yang berhenti."Kita masih menyelidiki hal ini lebih lanjut," kata Hatta yang didampingi Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan (Dephub) Iskandar Abubakar dan dikawal oleh Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Muhammad Gufron.Pada kesempatan terpisah, Iskandar Abubakar mengakui memang banyak kereta api di Indonesia yang sudah memasuki usia tua. Namun diakui Iskandar, saat ini pemerintah masih belum mendapatkan dana yang cukup untuk melakukan perawatan terhadap kereta-kereta tersebut. "Seharusnya, apabila dirawat dengan cukup baik, kereta-kereta itu bisa berumur panjang, daripada kita membeli kereta baru yang harganya jauh lebih mahal," kilahnya.
(ism/)











































