Saksi: Masinis Sudah Tarik Rem
Kamis, 30 Jun 2005 20:18 WIB
Jakarta - Penumpang KRL biasa naik ke sembarang gerbong, temasuk ke gerbong masinis. Syahrudin (27), juga demikian. Dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta, pria ini bersama beberapa orang lainnya menumpang di gerbong masinis KRL ekonomi 583.Tak dinyana, KRL yang ditumpangi Syahrudin menabrak KRL di ruas Stasiun Tanjung-Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Syahrudin menjadi saksi hidup kecelakaan maut itu."KA tidak berlari kencang setelah Stasiun Tanjung Barat. Namun masinis gagal menghentikan KA walaupun sudah menarik tuas rem," cerita Syahrudin di UGD RS Fatmawati, Jl Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2005) pukul 19.30 WIB.Karena KRL tidak juga berhenti, tabrakan pun tak terhindarkan. "Kejadian itu tepat pukul 15.45 WIB karena teman saya sedang melihat arlojinya," tutur Syahrudin yang dilarikan ke RS karena trauma.Syahrudin dirawat di RS itu bersama 13 pasien lainnya. "Di gerbong masinis tidak ada yang luka berat. Yang paling parah penumpang di gerbong 1 dan 2 karena mereka saling bertindihan, jadi banyak yang patah tulang," katanya.Setelah kejadian itu, Syahrudin tidak ingat lagi di mana masinis dan kru lainnya berada.
(nrl/)











































