ADVERTISEMENT

KPK Periksa Keponakan Novanto soal Aliran Duit e-KTP ke DPR

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 28 Mar 2018 20:46 WIB
Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo /Foto: Ari Saputra
Jakarta - KPK memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Irvanto Hendra Pambudi Cahyo soal aliran duit ke sejumlah anggota DPR. Pemeriksaan itu terkait keterangan Novanto di persidangan.

"Saya kira dalam pemeriksaan terhadap Irvanto atau saksi yang lain informasi-informasi terkait itu didalami. Contoh sederhana, ketika Novanto bicara Irvanto menyerahkan uang kepada sejumlah pihak di DPR, maka tentu itu menjadi bahan pertanyaan dari KPK. Meski kami tidak bisa membuka secara rinci karena merupakan teknis perkara," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (28/3/2018).



Menurut Febri keterangan Novanto masih perlu didukung bukti lainnya. Dia juga tak mempermasalahkan ada pihak yang disebut menerima aliran duit e-KTP membantah keterangan Novanto.

"Pasti kita dalami namun keterangan terdakwa harus kita lihat apakah didukung atau tidak, sesuai atau tidak, apakah saksi lain, bukti-bukti lain. Karena kami tidak bisa mengambil kesimpulan sejak awal kalau hanya ada satu keterangan saja," ujarnya.

"Tidak apa-apa (membantah). Itu hak mereka. KPK juga belum menyimpulkan kebenaran informasi tersebut. Kami harus uji," sambung Febri.



Sebelumnya, Novanto bernyanyi soal aliran duit terkait proyek e-KTP. Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP itu menyebut deretan anggota DPR yang menerima aliran uang e-KTP.

Uang dari Andi Narogong itu dibagikan keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, ke para anggota DPR. Novanto menyebut ada nama Olly Dondokambey hingga Tamsil Linrung yang menerima.

"Pertama adalah untuk Komisi II Pak Chairuman (Harahap) sejumlah 500 ribu dolar dan untuk Ganjar (Pranowo) sudah dipotong oleh Chairuman, dan untuk kepentingan pimpinan banggar sudah sampaikan juga ke Melchias Mekeng 500 ribu dolar, Tamsil Linrung 500 ribu dolar, Olly Dondokambey 500 ribu dolar di antaranya melalaui Irvanto," ujar Novanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Kamis (22/3).


(haf/fdn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT