"Kami memberi tahu teman semuanya untuk bertemu 3 aplikator ini untuk mediasi. Nggak tahunya nggak terjadi apa-apa sampai akhirnya mengadakan rapat sendiri. Ada apa dengan Menhub dan 3 aplikator Ini?" ujar Kepala Solidaritas Driver Go-Jek Andreanes di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).
Andreanes mengatakan perwakilan sudah dijanjikan Presiden Jokowi untuk bertemu pemerintah menindaklanjuti aduan mereka. Ia juga menerangkan sudah berada di Istana sejak sore tadi.
"Kita kesannya kayak dipermainkan. Kita dari pukul 14.30 WIB di sini hujan-hujanan kayak dipermainkan bahwa ada rapat di dalam. Kami nggak diundang sama sekali ke sini dalam rangka panggilan atas perintah presiden," ucapnya.
Sebelumnya, pemerintah yang diwakili Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Menkominfo Rudiantara bertemu dengan perwakilan Go-Jek dan Grab. Pemerintah meminta operator mengkaji kenaikan tarif driver ojek online.
"Intinya pak dulu sempat Rp 4.000/Km, sekarang Rp 1.600/Km, mohon disampaikan Pak Presiden. Tadi sudah disampaikan pada driver ojek ini kepada aplikator. Prinsipnya mereka sesuaikan. Cuma berapa? Mereka yang hitung. Intinya mereka siap untuk menaikkan," terang Moeldoko seusai rapat.
Video 20Detik: Ilusi Kemitraan Ojek Online
(dkp/idh)











































