Nilai UN Siswa SMA dan SMK di Padang Merosot

Nilai UN Siswa SMA dan SMK di Padang Merosot

- detikNews
Kamis, 30 Jun 2005 18:43 WIB
Padang - Meski tingkat kelulusan dan nilai rata-rata peserta Ujian Nasional (UN) di Sumatera Barat sedikit meningkat, nilai UN siswa SMU dan SMK di Padang justru merosot. Hal itu terlihat dari hasil UN yang diumumkan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kamis (30/6/2005).Tingkat kelulusan siswa SMU di Sumbar untuk jurusan IPA mencapai 89,18 persen, IPS 75,05 persen, dan Bahasa 73,30 persen. Sedangkan tingkat kelulusan untuk siswa SMK 75,88 persen dan MAN untuk jurusan IPA 91,40 persen, IPS 70,14 persen, dan Bahasa 92,04 persen. Sementara, tingkat kelulusan siswa SLTP 81,45 persen dan MTsN 82,05 persen. Tingkat kelulusan tertinggi di Kabupaten/ Kota, jurusan IPA untuk SMA diraih Pasaman Timur 99,03persen, disusul Sawahlunto Sijunjung 98,95 persen, dan Kabupaten Limapuluh Kota 98,52 persen.Sedangkan, tingkat kelulusan terendah untuk SMU jurusan IPA diraih kota Padang 82,18 persen. Kota Bukittinggi berhasil meraih nilai rata-rata-rata tertinggi 7,85 persen, disusul Pasaman Timur 7,7 persen, dan Padang Panjang 7,5 persen. Nilai rata-rata terendah di raih Kabupaten Kepulauan Mentawai 6,5 persen, Kabupaten Pesisir Selatan 6,27 persen, dan Kabupaten Padang Pariaman sebesar 6,38 persen.Untuk jurusan IPS, tingkat kelulusan tertinggi diraih kota Bukittinggi 97,06 persen, disusul kabupaten Sawahlunto Sijunjung 96, 06 persen dan kota Padangpanjang 95, 96 persen. Sementara, tingkat kelulusan terendah jurusan IPS diraih kabupaten Pesisir Selatan 58,69 persen, dan kotaPadang 63,26 persen. Tingkat kelulusan SLTP di Sumbar 81,45 persen dengan angka tertinggi Kabupaten Agam 94,19 persen,menyusul Bukittinggi 92,93 persen, dan Mentawai 92,29 persen. Sedangkan Kabupaten Padang Pariamanmenempati posisi terendah 79,43 persen. Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Djasrial ketika ditemui detikcom di kantornya, Jalan Sudirman, Padang, mengatakan siswa yang tidak lulus dapat mengikuti ujian periode II pada 3 Oktober 2005. "Diharapkan siswa yang tidak lulus sekarang untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi," kata Djasrial. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads