Atasi Krisis, Arroyo Berencana Rombak Kabinet
Kamis, 30 Jun 2005 16:25 WIB
Jakarta - Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo berupaya mati-matian untuk mengembalikan kepercayaan publik. Ia berencana melakukan perombakan besar di tubuh pemerintahannya untuk memulihkan situasi akibat tuduhan kecurangan pemilu.Perubahan susunan kabinet itu bahkan telah dimulai dengan mundurnya Menteri Pertanian Filipina Arthur Yap pada Kamis (30/6/2005) ini. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Kamis (30/6/2005).Alasannya, tudingan penggelapan pajak yang dilontarkan padanya dan rumor bahwa dirinya dekat dengan suami Arroyo, Jose Miguel, telah membuat dirinya "tidak efektif." Namun Yap bersikeras bahwa dirinya tidak terlibat penggelapan pajak dan tidak dekat dengan suami Arroyo.Beberapa hari lalu, Arroyo telah meminta maaf sehubungan dengan beredarnya CD rekaman suara Arroyo, yang oleh kubu oposisi dijadikan bukti untuk menguatkan tuduhan kecurangan yang dilakukan Arroyo dalam pemilu tahun lalu.Masalah yang melilit Arroyo tidak berhenti sampai di situ. Suaminya yang kerap disapa Mike juga diterpa skandal. Mike dituduh terlibat dalam skandal judi ilegal yang juga menyeret anggota keluarga Arroyo lainnya. Bahkan akibat berbagai tekanan itu, Mike secara sukarela memilih mengasingkan diri ke luar negeri untuk meredam ketegangan.Meski dilanda krisis, namun sejauh ini tiga sektor vital, yakni kalangan menengah, gereja Katolik dan komunitas bisnis masih terus mendukung Arroyo. Begitu pula dengan militer yang tetap berpihak pada pemerintahan Arroyo.
(ita/)











































