"Kemudian kita juga mewaspadai adanya cyber attacks terhadap KPU, Bawaslu. Karena cyber attacks itu tidak bisa kita duga datanya ke mana aja," kata Menko Polhukam Wiranto usai melakukan Ralat Koordinasi Khusus tentang pemilu di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (27/3/2018).
Karena itu, pemerintah telah melalukan langkah-langkah pengamanan data yang ada di KPU dan Bawaslu. Selain soal data, keamanan fasilitas KPU dan Bawaslu juga dijaga.
"Saya kira juga masalah pengamanan kantor ya, saya laporkan juga, dengan memungkinkan nanti adanya pengerahan massa ke kantor KPU, Bawaslu, kantor Peradilan TUN, ini minta supaya diantisipasi dan kita akan meminta aparat keamanan, kepolisian untuk memberikan bantuan secukupnya terhadap kantor-kantor para pemangku kepentingan yang masuk di wilayah pilkada maupun pemilu," terangnya.
Sebelumnya, pernah ada yang mencoba meretas website KPU agar down awal tahun 2017 lalu. Namun, hal itu bisa diatasi.
"Ada yang berusaha (meretas)," ujar Ketua KPU saat itu Juri Ardiantoro kepada detikcom, Kamis (16/2/2017).
Informasi ancaman peretasan itu beredar di media sosial. Peretas tersebut disebut akan melakukan serangan dengan mengirimkan jutaan traffic dalam hitungan menit. Namun Juri mengatakan telah mengambil langkah untuk mengatasi hal itu.
"Sudah bisa diatasi," jawab Juri. (fiq/idh)











































