Dana Cekak, Muhammadiyah Harap Pemerintah Bantu Muktamar
Kamis, 30 Jun 2005 15:11 WIB
Yogyakarta - Dikenal sebagai organisasi massa Islam terbesar kedua Indonesia, bukan berarti Muhammadiyah bergelimang dana. Untuk menggelar muktamar saja, Muhammadiyah masih kekurangan biaya. Kekurangan biaya ini dialami oleh Panitia Muktamar Muhammadiyah ke 45. Rencananya, muktamar yang akan digelar di Malang ini akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 3 Juli 2005. Untuk mengatasi kekurangan biaya ini, Muhammadiyah berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan bantuan dana sebesar Rp 1 miliar.Hal itu dikemukakan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H.A. Syafii Maarif kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah di Jl. Cik Di Tiro, Yogyakarta, Kamis (30/6/2005). "Panitia masih banyak kekurangan biaya, meski persiapan sudah mencapai 98 persen. Kami berharap pemerintah bersedia memberikan bantuan," kata Syafii.Menurut Syafii, Muhammadiyah mengharap bantuan dana dari pemerintah itu lebih dari Rp 1 miliar. Sebab pada masa pemerintahan Gus Dur saja, pemerintah membantu biaya muktamar ke-44 sebesar Rp 1 miliar.Jika pemerintah bersedia membantu, kata Syafii, hal itu menunjukkan bahwa pemerintah sadar betul tentang peran dan tanggung jawab Muhammadiyah terhadap umat saat ini. "Jadi jika pemerintah membantu Muhammadiyah, itu artinya pemerintah membantu rakyat Indonesia. Apa yang dilakukan Muhammadiyah lewat pendidikan, kesehatan misalnya, itu jelas meringankan beban pemerintah," katanya.Menurut guru besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu, setiap bantuan yang diterima dan dihimpun oleh Muhammadiyah akan dipertanggungjawabkan semuanya. Setiap sen-nya akan dipertanggungjawabkan dengan benar dan akan dipublikasikan.
(asy/)











































