Kelangkaan BBM di Makassar Berangsur Normal
Kamis, 30 Jun 2005 14:08 WIB
Jakarta - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Makassar yang berlangsung tiga hari terakhir berangsur-angsur normal. Antrean kendaraan yang kemarin sempat membludak sampai ke jalan raya dan memacetkan arus lalu lintas, kini telah kembali normal.Rabu kemarin, 29 Juni 2005, dua stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Jalan Andi Vetarani dipadati antrean kendaraan yang sangat panjang sampai meluber ke jalan.Namun hari ini, Kamis (30/6/2005), dari pantauan detikcom, antrean itu sudah tidak terjadi lagi. Yang ada tinggal antrean yang berada di halaman SPBU, tetapi sudah tidak meluber ke jalan.Hal yang sama juga terjadi di dua SPBU yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di samping Kodam. Di dua SPBU ini sudah tidak tampak lagi antrean panjang. Antrean hanya terjadi di halaman SPBU, tidak sehebat kemarin yang menyebabkan kemacetan. Demikian juga SPBU di Jalan Pengayoman, antrean sudah tidak terjadi seperti kemarin.Beberapa SBPU yang kemarin kehabisan stok, hari ini sudah kembali memiliki persediaan. Tampak beberapa mobil antre di SPBU Jalan Sungai Sadang, Jalan Tinumbi, dan SPBU di beberapa jalan utama di Makassar.Pulihnya distribusi BBM disebabkan kapal-kapal yang membawa BBM dari Balikpapan telah berhasil merapat dan mendistribusikannya. Pjs General Marketing Pertamina untuk Pemasaran Wilayah VII Sulawesi Hardi Sudjoko menjelaskan, sejak 28 Juni 2005, telah masuk kargo dari Balikpapan yang membawa 5,4 juta liter BBM."Hari ini sudah masuk Kapal Sinambung membawa tujuh juta liter premium. Pihak Pertamina sudah mengirimkan premium sebesar 1.600 liter. Sementara kebutuhan premium masyarakat Makassar mencapai 800 ribu liter per hari," urai Hardi.
(jon/)











































