PPP soal Kabinet Jilid II ala PSI: Kesannya Mendikte Jokowi

PPP soal Kabinet Jilid II ala PSI: Kesannya Mendikte Jokowi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 26 Mar 2018 11:27 WIB
PPP soal Kabinet Jilid II ala PSI: Kesannya Mendikte Jokowi
PPP (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyodorkan usulan Kabinet Kerja jilid II Joko Widodo jika terpilih kembali sebagai Presiden RI. PPP menilai PSI seperti sedang mendikte Jokowi.

"(PSI) bukan hanya terkesan mengajari, tapi terkesan mendikte (Jokowi)," ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi alias Awiek kepada wartawan, Senin (26/3/2018).


Awiek menegaskan Jokowi tak perlu diajari sedemikian rupa. Bagi Awiek, urusan kabinet sepenuhnya jadi hak Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu kami sampaikan bahwa parpol pendukung Jokowi hanya sebatas memberikan masukan karena semua terkait cawapres sepenuhnya kewenangan Jokowi. Begitu pun kabinet, jika terpilih di pilpres sepenuhnya kewenangan Jokowi," tegas Awiek.

Ketum dan Sekjen PSI saat mempresentasikan usulan kabinet Jokowi jilid II.Ketum dan Sekjen PSI saat mempresentasikan usulan kabinet Jokowi jilid II. (Ari Saputra/detikcom)

PSI merupakan partai yang baru akan mengikuti pemilu pada 2019. PPP, yang sudah 9 kali ikut pemilu, kata Awiek, tak pernah mengajari Jokowi seperti itu. Menurutnya, 'bebek tak perlu diajari berenang'.

"Bagi parpol baru, perlu memberikan bukti. Ibaratnya jangan seperti pepatah, jangan mengajari bebek berenang'," tegas Awiek.


PSI yakin Jokowi akan terpilih kembali menjadi presiden di Pilpres 2019. Karena itu, PSI mengusulkan nama-nama menteri kabinet Jokowi jilid II.

Tak hanya itu, PSI juga mengusulkan perubahan nomenklatur tujuh kementerian lantaran penambahan fungsi dan kerja.

"Ini adalah struktur kabinet yang paling realistis untuk Indonesia yang multipartai. Jadi yang pertama, kami sebenarnya ingin menghilangkan dikotomi antara profesional dan partai," ujar Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni saat jumpa pers di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (25/3).

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/tor)


Berita Terkait