Setelah Diguncang Bom, Awal Pilkada Poso Berlangsung Aman
Kamis, 30 Jun 2005 09:00 WIB
Poso - Setelah diguncang beberapa bom, Pilkada di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang dimulai pagi ini (30/6/2005) berlangsung aman. Tidak terlihat kekhawatiran warga terhadap gangguan keamanan yang sebelumnya kerap terjadi. Hal ini terbukti dengan antusiasme warga Poso untuk mengikuti Pilkada yang begitu besar. Sejak dibuka sejak pukul 07.00 Wita, ratusan warga sudah berkumpul di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS). Keharmonisan antara sesama penganut agama pun terlihat. Warga penganut Islam dan Kristen berbaur. Dari pemantauan detikcom di TPS 02 Keluruhan Sayo, Poso Kota, warga sudah berkumpul untuk menyoblos sejak pelantikan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Di TPS yang berjumlah 300 pemilih ini, pemilihan berjalan tertib dan lancar. Tampaknya pemilih sudah terbiasa dengan Pilpres 2004 sehingga hari ini mereka tidak canggung lagi.Di tempat berbeda, salah seorang calon Bupati Poso Dede K Atmawijaya sedang memilih di TPS 06058. Calon nomor urut 1 ini sedang menunggu giliran untuk mencoblos. Sedangkan pasangannya yang menjadi calon Wakil Bupati, Lies Sigilipu memilih di salah satu TPS di Kota Tentena. Pemilihan ini sendiri berlangsung hinggal pukul 13.00 Wita.Menurut salah satu petugas KPPS, meski ratusan warga berkumpul, hingga kini para pemilih belum mencapai 50 persen di sejumlah TPS. Petugas menduga masih banyak orangtua yang masih mengurusi keluarganya. Untuk diketahui, Pilkada di Poso diikuti 5 pasangan calon untuk merebutkan kursi bupati. Untuk pasangan nomor 1 adalah Dede K Atmawijaya-Lies Sigilipu, nomor 2 Piet Ingkiriwang-Abdul Muhtalib, nomor 3 HA Muin Pusadan-Hosber Walenta, nomor 4 Sowolino-Abdul Kahar Latjare, dan nomor 5 Edy bungku Dapu-Awad Alamri.Sebelumnya, pada Selasa (28/6/2005), Poso diguncang bom. Bom meledak di depan kantor sekretariat tim sukses pasangan calon bupati/wakil Bupati Poso, Piet Ingkiriwang-Abdul Muhtalib. Bom berkekuatan rendah itu meledak di Jl Yos Sudarso 33, Kelurahan Bonesompe, Poso Kota, sekitar pukul 21.50 Wita.Dua bom juga meledak di kota Tentena, Poso, dan menewaskan tidak kurang dari 20 orang dan mencederai 53 orang pada 28 Mei 2005. Peledakan bom ini adalah yang memakan korban paling banyak dalam sejarah kekerasan Poso selama 7 tahun terakhir.
(atq/)











































