56 Orang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Partai

56 Orang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Partai

Michelle Dejonker - detikNews
Sabtu, 24 Mar 2018 05:43 WIB
56 Orang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Partai
56 orang dilarikan ke RSUD Bitung karena diduga keracunan makanan (Foto: Michelle Dejonker/detikcom)
Bitung - Usai santap makanan di acara Konsolidasi Partai, 56 orang diboyong ke rumah Sakit karena diduga keracunan makanan. Ruangan IGD RSUD kota Bitung, Sulawesi Utara, pun mendadak ramai.

Para pasien yang datang mengeluh karena mual dan pusing. Bahkan di antara mereka ada yang pingsan dan harus diinfus.


Mendengar kabar ini, Wali Kota Bitung Max Lomban pun langsung ke RS mengecek kondisi korban yang diduga keracunan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (23/3/2018) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pihak rumah sakit saya perintahkan bisa menangani dengan cepat. Saya bersyukur dari 56 pasien tadi, sekarang sisa 24 orang. Memang sih masih ada satu yang agak parah, masih diinfus. Semua dibiayai pemerintah menggunakan BPJS, masalah ini jadi pembelajaran kita, ini musibah," ungkap Max Lomban.


24 orang yang masih dirawat terdiri dari 5 anak-anak, 2 pria, dan 17 perempuan di masa satu di antaranya masih diinfus.

Pasien ini diduga keracunan setelah memakan nasi kotak yang berisikan nasi putih, telur ayam rebus saus, ketimun, dan air mineral. Mereka mendapatkan makanan yang dibagikan di acara Konsolidasi Partai NasDem di Kota Bitung siang tadi.

Masih ada 24 orang yang ditangani di RSUD BitungMasih ada 24 orang yang ditangani di RSUD Bitung (Foto: Michelle Dejonker/detikcom)

Pasien mulai merasakan gejala keracunan selang setengah jam memakan makanan tersebut. Mereka merupakan masyarakat pendukung NasDem yang mengikuti acara konsolidasi tersebut.


Polres Bitung masih mengidentifikasi kasus ini. Polisi sudah mengambil sampel makanan untuk diidentifikasi.

"Sampel kita sudah amankan. Petugas BPOM sore tadi sudah mengambil sampel. Kemungkinan, satu-dua hari bisa ditunjukkan hasilnya. Belum bisa dikatakan adanya unsur kesengajaan kasus ini masih dalam penyelidikan petugas dilapangan," ucap Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting. (jbr/jbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads