Gara-Gara Sapi Gila, RI Larang Daging Sapi Impor dari AS
Kamis, 30 Jun 2005 07:01 WIB
Jakarta - Hati-hati bagi anda yang suka mengkonsumsi daging sapi impor dari Amerika Serikat (AS). Hari ini (30/6/2005), pemerintah Indonesia melarang impor daging sapi dari AS. Hal ini disebabkan adanya laporan dari Departemen Pertanian AS mengenai ditemukannya kasus penyakit sapi gila minggu lalu. Namun, daging sapi impor dari AS ini masih dapat dinikmati jika izinnya sebelum 30 Juni 2005. Hal itu berarti tidak berlaku bagi 500 ton daging sapi impor dari AS yang akan masuk ke Indonesia. "Ada 500 ton daging sapi impor dari AS yang akan masuk ke Indonesia. Tapi daging impor setelah 30 Juni tidak akan kita berikan izinnya," kata Direktur Kesehatan Hewan untuk Departemen Pertanian Tri Satya Naipospos seperti dikutip kantor berita Associated Press, Kamis (30/6/2005). AS sendiri menganggap pelarangan ini tidak dibenarkan. Berdasarkan potensi resiko kesehatan, belum ada alasan bagi pemerintah Indonesia untuk melarang daging impor dari AS. Indonesia pun belum memberikan konfirmasi secara resmi mengenai larangan impor itu. "Saya belum mendapat alasan rasional mengenai larangan tersebut," kata Konsul Bidang Pertanian Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Fred Kessel. Di Taiwan, pelarangan daging impor dari AS juga diterapkan. Perdana Menteri Taiwan Frank Hsieh, memerintahkan larangan untuk semua daging sapi impor dari AS secepatnya. Begitu juga dengan Jepang yang telah melarang impor daging sapi dari AS semenjak munculnya kasus pertama penyakit sapi gila yang terjadi tahun 2003. Pada Desember 2003, Indonesia sebenarnya telah melakukan larangan impor daging sapi dari AS. Namun, Indonesia mencabut larangan itu pada Mei 2004. Semenjak pencabutan larangan itu, Indonesia telah mengimpor daging sapi dari Amerika sebanyak 4,300 ton, termasuk 500 ton yang akan dikirim.
(atq/)











































