DetikNews
Jumat 23 Maret 2018, 18:35 WIB

Ketum Muhammadiyah dan NU Harap Situasi di Tahun Politik Kondusif

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Ketum Muhammadiyah dan NU Harap Situasi di Tahun Politik Kondusif Foto: Pertemuan PBNU-Muhammadiyah (Sams-detikcom)
Jakarta - Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir hari ini bersilahturahmi ke kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). Haedar bertemu dengan Ketum PBNU Said Aqil Siradj membahas isu politik di tahun politik ini.

"Kemudian di tahun-tahun politik ini harusnya kita bergandengan tangan. Siapapun kesulitan menciptakan suasana dingin tapi saya dan Haedar Nashir (Ketum PP Muhammadiyah) sepakat menciptakan kedamaian, pilpers, pileg berjalan tapi NU dan Muhammadiyah ingin tercipta kedamaian," kata Said Aqil di lantai 5 kantor PBNU, Jl Kramat Raya No 164, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2018).

Said Aqil mengatakan selain membahas terkait tahun politik, NU dan Muhammadiyah juga membahas tentang pendidikan hingga ekonomi. Tetapi Said tetap menegaskan di tahun politik PBNU dan Muhammadiyah akan menciptakan suasana damai dan kondusif.

"Jadi itu menghadapi tahun politik mari kita songsong dengan tenang. Pesta demokrasi kita hadapi dengan gembira jangan karena 5 menit mencoblos masa kita menghancurkan negara ini," ujar Said Aqil.

[Gambas:Video 20detik]




Selain itu Haedar mengatakan silahturahmi PBNU dan Muhammadiyah ini menjadi silahturahmi islam berkemajuan dan nusantara. Ia mengatakan ke depan Muhammadiyah dan NU bukan hanya sekedar silahturahmi tetapi juga membangun islam yang maju dan rahmatlalilalamin.

"NU dan Muhammadiiyah secara pro aktif terus lakukan ikhtiar-ikhtiar bagi peningkatan taraf hidup dan kualitas hidup warga terutama mengembangkan pendidikan karakter yang mengedepankan akhlatul kharimah di semua tingkat atau jenjang pendidikan serta penguatan basis-basis ekonomi keumatan dan juga peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ujar Haedar.



Haedar juga mengatakan Muhammadiyah dan PBNU meminta kepada pemerintah agar bersungguh-sungguh mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

"Menghimbau kepada seluruh warga NU dan Muhammadiyah menjadi kondusif dimana sosial media harus hati-hati mengingat ujaran kebencian mengganggu bangsa maka NU dan Muhammadiyah berkomitmen untuk menghadirkan narasi yang mencerahkan melalui ikhtiar ikhtiar dalam bentuk penguatan, peningkatan literasi digital sehingga terbentuk masyarakat informatif yang berahlakul karimah," kata Haedar.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed