Jokowi Terima Sekjen ASEAN di Istana

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 23 Mar 2018 12:30 WIB
Presiden Jokowi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN yang baru, Dato Lim Jock Hoi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Jokowi menyampaikan sejumlah pandangan mengenai kawasan Asia Tenggara.

Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (23/3/2018). Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi ikut mendampingi Jokowi dalam pertemuan.

"Pertama, saya ingin mengucapkan selamat kepada yang mulia atas posisi baru Anda sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN. ASEAN tentu bukan masalah baru untuk Anda. Yang mulia telah bekerja pada isu ASEAN untuk waktu yang lama," kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan beberapa pandangan dan harapan untuk ASEAN yang dipimpin oleh Dato Lim Jock Hoi. "Pemerintah Indonesia telah bekerja keras untuk memastikan bahwa pembangunan sekretariat baru ASEAN selesai pada awal 2019 dan gedung baru harus sepenuhnya dimanfaatkan untuk pertemuan ASEAN," kata Jokowi.



Menlu Retno mengatakan pertemuan tersebut membahas soal sekretariat ASEAN. Indonesia sudah membangun sekretariat sejak 8 Januari tahun ini.

"Dan perkiraan pembangunannya adalah sekitar 395 hari ya. At least awal tahun depan kita sudah akan dapat menyelesaikan pembangunan gedung ini," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Retno mengatakan, pembangunan gedung Sekretariat ASEAN tersebut di Indonesia sangat penting. Pertama, untuk memberikan sebuah simbol dari ASEAN yang modern.

"Karena kita sudah 50 tahun bersama. Tantangan kita ke depan lebih berat, pekerjaan kita lebih banyak, dan untuk melakukan pekerjaan yang banyak ini perlu didukung oleh satu sekretariat yang kuat, bukan hanya dari sisi sumber daya manusianya tetapi dari segi infrastruktur, termasuk gedung. Karena gedung yang lama sudah tidak cukup menampung kegiatan-kegiatan ASEAN," katanya.



Selain itu, Presiden Jokowi menurut Retno juga berpesan agar pertemuan ASEAN dapat dilakukan secara efisien. Jokowi juga menegaskan, tantangan ASEAN di 50 tahun ke depan juga tidak sedikti.

"Maka isu yang terkait dengan unity and centrality ASEAN lebih sangat penting. Artinya untuk tetap menjadikan ASEAN relevan dan untuk tetap menjadikan ASEAN mampu memberikan kontribusi suatu ekosistem yang damai dan sejahtera di kawasan sebagaimana yang telah dilakukan ASEAN 50 tahun ke depan," jelas Retno.

"Dan khusus untuk sekretariat ASEAN, fungsi dari sekretariat ASEAN Presiden menyampaikan juga menjadi tugas bagi sekretariat ASEAN untuk memperkokoh visibility ASEAN. Di antaranya misalnya updating data website yang cepat dan lengkap," imbuh Retno. (jor/fdn)