DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 20:33 WIB

Dipolisikan Soal Kekerasan Anak Asuh, Chandri Laporkan LPAI

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Dipolisikan Soal Kekerasan Anak Asuh, Chandri Laporkan LPAI Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom
Jakarta - Chandri Widharta melaporkan pihak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) atas dugaan kasus pencemaran nama baik. Perempuan berusia 60 tahun itu tak terima soal pernyataan yang disampaikan Reza terkait dugaan eksploitasi anak asuhnya.

"Ibu sudah menggunakan hak hukum dia untuk melapor kepada Polda Metro Jaya berkaitan dengan pencemaran nama baik atau fitnah melalui elektronik tentang ITE," kata pengacara Chandri, Thomas Edison kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Thomas mengatakan, informasi yang berkembang ini seakan-akan memvonis bahwa Chandri telah bersalah dalam melakukan kekerasan terhadap anak asuhnya, bocah M alias F (14). Kata Thomas, Chandri telah dituduh melakukan kejehatan besar yang sebenarnya tak pernah dilakukan sama sekali.

"Karena pemberitaan terhadap ibu ini sudah sangat masif dan tersistematis, menyerang privasi beliau. Kami tidak menafikan soal persoalan hukum, boleh ibu ini dilaporkan boleh, tapi jangan divonis menyatakan ibu ini seperti melakukan suatu kejahatan besar. Beri dong dia menggunakan hak jawab dia," ucap dia.

Kritik juga disampaikan Thomas kepada LPAI yang tak memberikan ruang dialog. Menurutnya, LPAI seharusnya mengajak Chandri berkomunikasi secara baik untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya.

"Kalau LPAI mau fair, buka ruang dialog kita klarifikasi panggil ibu ini panggil anak-anak itu, LPAI duduk mari kita bicara. sesungguhnya persoalan ini sepeti apa. Kamu mau mendudukkan hal ini proporsional," tuturnya.

Thomas juga menyebut laporan ini ditujukan khusus untuk Reza Indragiri. Pihaknya pun telah mengantongi video yang merekam pernyataan Reza yang dinilai menyudutkan.

"Untuk sementara kami laporkan Reza Indragiri yang ada video rekaman, yang menyebutkan nama beliau," ucap Thomas.

Selain itu, Thomas juga tak mengetahui pasti alasan Reza memberikan pernyataan menyudutkan terhasap Chandri. Padahal menurutnya Chandri merawat lima anak asuhnya semata-mata dengan alasan kemanusiaan.

"Ini belum masih penyelidikan (motif). Saya hanya mau ini dudukan proprosional lalu privasi dia dibuka ke publik seolah-olah dia seorang penjahat yang zalim, saya keberatan sekali," terangnya.

Laporan Chandri teregister dengan nomor laporan TBL/1564/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 22 Maret 2018. Perkara yang dilaporkan adalah pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui media elektronik dengan pasal 27 (3) Jo pasal 45 (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP.

Pihak terlapor dalam laporan tersebut adalah Reza Indragiri Amriel. Chandri merasa dirugikan secara imateril dengan adanya pernyataan Reza tersebut.

Candri sebelumnya dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan terhadap salah satu anak asuhnya M oleh LPAI. M awalnya kabur dari Hotel Le Meridien, tempat tinggalnya selama ini bersama Candri.

Kepada pihak LPAI, M menceritakan kekerasan psikis seperti disuruh tidur di kamar mandi oleh ibu asuhnya. M bisa ke LPAI karena diantar oleh Rini, seorang perempuan yang tadinya berniat mengasuhnya. Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan dari Reza Indragiri.
(knv/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed