DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 16:09 WIB

Menghilang Usai Ditembak, Harimau Bonita Kebal Bius?

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Menghilang Usai Ditembak, Harimau Bonita Kebal Bius? Tim pemburu harimau Bonita (ist.)
Pekanbaru - Harimau liar Bonita sudah berhasil ditembak bius dan sempat lemas serta muntah-muntah. Selanjutnya Bonita pergi usai ditembak di perkebunan sawit di Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil) Riau. Bonita kebal?

Lolosnya Bonita setelah ditembak bius, banyak masyarakat mengasumsikan seakan Bonita kebal atas bius. Karena biasanya, jarang-jarang ada satwa liar yang sudah tertembak bius masih bisa menyelamatkan diri.

Tapi semua spekulasi soal Bonita kebal akan bius terbantahkan. Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo menyebutkan, Bonita bisa kabur lagi bukan karena tak mempan ditembak bius.

Hutomo menjelaskan protap dalam penembakan satwa liar. Pertama malam itu, tim dokter bersama 4 orang pengawal berjumpa Bonita di kebun sawit. Tim tetap berada di dalam mobil.

"Tim melakukan penembakan bius ke Bonita dari dalam mobil jaraknya sekitar 15 meter. Dalam protap saat menembak tidak boleh keluar, karena bisa jadi ada serangan dari harimau," kata Hutomo.

Dalam penembakan , kata Hutomo, takaran bius ada tiga tahapan yakni rendah, sedang dan tinggi. Tahapan penembakan bius pertama dengan dosis rendah.

Usai ditembak bius, Bonita tetap berjalan sampai obat bius bereaksi di atas 10 menit. Tim yang di dalam mobil pun mencoba mengikuti lewat jalan poros. Bonita terus berjalan, sedangkan mobil tim tersesok-seok karena kondisi jalan gambut dan berlumpur.

"Tim tetap memantau Bonita dari dalam mobil. Saat itu, tim lainnya tengah berada di lokasi yang berbeda. Tim penembak pertama tengah menunggu kedatangan tim lainnya untuk memberikan bantuan," kata Hutomo.

Menjelang tim dari regu lain datang, terlihat obat bius mulai bereaksi. Bonita terlihat duduk dan muntah-muntah. Ada sekitar 30 menit Bonita sudah terpengaruh bius.

"Tetapi saat itu tim bantuan terlambat datang, karena mobil terpuruk di lokasi jalan berlumpur. Satu sisi, tim belum berani turun dari mobil," kata Hutomo.

Karena keterlambatan bantuan tim lainnya, kata Hutomo, setelah 30 menit bius bereaksi, Bonita mulai menunjukan kesadarannya. Bonita bergerak perlahan bangkit dari duduknya. Langkahnya pelan tapi pasti, menjauh dari tim masuk ke semak-semak di kawasan kebun sawit.

"Jika bantuan tim saat itu segera datang saat Bonita terpengaruh bius, tahapan selanjutnya harus ditembak kembali. Bonita harus ditembak pada tahapan bius kedua ukuran sedang. Kalau sudah tertembak dua kali, Bonita akan tidak sadarkan diri. Saat itulah tim semestinya bisa mengevakuasi Bonita. Sayangnya, tim bantuan datang terlambat karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan," kata Hutomo.

Tak lama tim akhirnya berkumpul pada satu titik di mana lokasi penembakan tadi. Karena sudah berkumpul, tim memberanikan diri untuk keluar dari mobil. Karena jumlah tim sudah banyak, diputuskan untuk keluar dari mobil.

"Tim semua turun dari mobil dan menyatu. Bergerak mencari Bonita di kawasan kebun sawit. Berjam-jam lamanya Bonita tidak ditemukan," kata Hutomo.

Bonita lolos dari kejaran tim, bukan soal kekebalan. Tapi tahapan demi tahapan dalam proses penembakan bius tidak tuntas sampai tahapan akhir.

"Tahapan, ya begitu, tembak bius pertama, ada lagi tembakan bius kedua dan sampai ketiga. Tapi dalam kasus Bonita, baru tahapan pertama saja. Ini karena memang sulitnya tim lain segera merapat ke tim awal yang sudah menembak Bonita," kata Hutomo.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed