DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 16:06 WIB

Sidang Setya Novanto

Novanto: Saya Menyesal, Saya Dimanfaatkan di Kasus e-KTP

Faiq Hidayat - detikNews
Novanto: Saya Menyesal, Saya Dimanfaatkan di Kasus e-KTP Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Terdakwa korupsi proyek e-KTP Setya Novanto mengaku menyesal. Novanto mengatakan kedekatannya dengan sejumlah pengusaha dimanfaatkan untuk meraup keuntungan.

"Pertama saya sungguh menyesal dan saya juga sadar kedekatan saya dengan beberapa pengusaha telah dimanfaatkan oleh mereka untuk mendapat keuntungan," ujar Novanto ketika pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

[Gambas:Video 20detik]



Novanto mengaku ingin menjadi penengah dalam pertikaian para pengusaha di proyek e-KTP. Namun dia mengatakan malah terbawa arus dalam persoalan itu.

"Padahal awalnya saya hanya memposisikan diri sebagai penengah saat mereka bertikai, itu kesalahan saya karena lengah. Padahal saya hanya ingin dukung program prioritas pemerintah supaya sukses tapi akhirnya saya malah terseret jauh dengan persoalan ini," kata Novanto.

Selain itu, Novanto berharap keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung untuk terbuka dalam persidangan perkara ini. Hal itu bisa membantu KPK untuk membongkar kasus proyek ini.


"Saya juga minta saudara saya Irvanto terus terbuka dan Oka Masagung yang saat ini masih dalam tahap penyidikan supaya membantu KPK dan bersifat koperatif supaya semua terbuka. Sehingga tidak ada yang ditutupi," ujar Novanto.

Dalam perkara ini, Novanto didakwa melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang/jasa proyek e-KTP. Novanto juga didakwa menerima USD 7,3 juta melalui keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan orang kepercayaannya, Made Oka Masagung.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed